AS-Eropa Siap Perlonggar Lockdown Agar Ekonomi Bergerak
Rabu, 15 April 2020 - 09:55 WIB
Sedikitnya dua gubernur negara bagian yang terkendala dampak Covid-19 seperti John Bel Edwards dari Louisiana dan JB Pritzker dari Illinois, bersitegang bagaimana otoritas atau memodifikasi perintah tetap di rumah. Pritzker mengungkapkan pembukaan ekonomi harus disertasi dengan kebijakan pembatasan kapasitas di tempat umum dan tempat kerja. “Hal penting dalam keselamatan dan kesehatan,” katanya.
Gubernur Connecticut, Ned Lamont, mengatakan, mereka akan bekerja sama di bidang transportasi dan informasi sehingga kelak akan ada bank data untuk membantu pengawasan terhadap pembukaan bertahap. Hal ini disebabkan rute pelaju utama telah menjadi “koridor Covid-19”. Kerja sama serupa dilaporkan akan dilakukan Negara Bagian California, Washington, dan Oregon di kawasan pesisir barat AS.
Trump, seorang politikus Republik, berulangkali menekankan bahwa rakyat AS harus kembali bekerja secepatnya. Dia menentang keputusan bersama para gubernur, dia menegaskan dirinya memiliki otoritas kuat untuk mengakhiri isolasi wilayah yang menghancurkan ekonomi AS dan mengancam 17 juta rakyat AS tidak memiliki pekerjaan selama tiga pekan.
Tapi, para pakar hukum menyatakan presiden memiliki keterbatasan kekuasaan di bawah Konstitusi AS untuk memerintah rakyatnya kembali bekerja. Kenapa? Itu membutuhkan pembukaan kembali kantor pemerintahan dan transportasi serta pusat bisnis lainnya. Gubernur juga diperlukan untuk membuka kembali bisnis, tetapi Trump mengatakan dirinya memiliki otoritas penuh.
“Presiden AS menyerukan seruan,” kata Trump pada konferensi pers selepas pengumuman para gubernur. “Apa yang dikatakan, kita akan bekerja dengan negara bagian,” ucapnya. Dia tidak menyebutkan secara spesifik klaim otoritas di atas negara bagian atau rencana detail untuk membuka kembali ekonomi. Pemerintahan Trump sebelumnya mengungkapkan upaya pelonggaran isolasi sebelumnya diperkirakan mencapai 1 Mei.
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di AS telah mencapai 23.000 dan 575.000 kasus infeksi virus mematikan itu. AS sebagai negara terpadat ketiga mencatat jumlah korban terbanyak akibat Covid-19 dibandingkan negara lain.
Korban meninggal dunia umumnya berada di New York. Cuomo mengungkapkan, jika pemerintah melakukan hal bodoh untuk memperlonggar isolasi terlalu cepat, maka hal buruk bisa terjadi di New York. Sebanyak 190.000 kasus positif korona ada di negara bagian itu. Adapun lebih dari 10.000 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di New York.
Akan tetapi, kemajuan yang dicapai akan dengan cepat berbalik jika warga New York tidak mematuhi protokol pembatasan sosial. “Anda bisa membalikkan angka itu dengan bersikap sembrono selama dua atau tiga hari,” katanya. Cuomo menegaskan bahwa dirinya meyakini “yang terburuk telah berakhir” di New York. Jumlah kematian harian di negara bagian itu mencapai 671 orang, yang terendah selama sepekan. “Jika kita terus bersikap cerdas, saya yakin kita berada pada awal jalur menuju normal,” katanya.
Gubernur Connecticut, Ned Lamont, mengatakan, mereka akan bekerja sama di bidang transportasi dan informasi sehingga kelak akan ada bank data untuk membantu pengawasan terhadap pembukaan bertahap. Hal ini disebabkan rute pelaju utama telah menjadi “koridor Covid-19”. Kerja sama serupa dilaporkan akan dilakukan Negara Bagian California, Washington, dan Oregon di kawasan pesisir barat AS.
Trump, seorang politikus Republik, berulangkali menekankan bahwa rakyat AS harus kembali bekerja secepatnya. Dia menentang keputusan bersama para gubernur, dia menegaskan dirinya memiliki otoritas kuat untuk mengakhiri isolasi wilayah yang menghancurkan ekonomi AS dan mengancam 17 juta rakyat AS tidak memiliki pekerjaan selama tiga pekan.
Tapi, para pakar hukum menyatakan presiden memiliki keterbatasan kekuasaan di bawah Konstitusi AS untuk memerintah rakyatnya kembali bekerja. Kenapa? Itu membutuhkan pembukaan kembali kantor pemerintahan dan transportasi serta pusat bisnis lainnya. Gubernur juga diperlukan untuk membuka kembali bisnis, tetapi Trump mengatakan dirinya memiliki otoritas penuh.
“Presiden AS menyerukan seruan,” kata Trump pada konferensi pers selepas pengumuman para gubernur. “Apa yang dikatakan, kita akan bekerja dengan negara bagian,” ucapnya. Dia tidak menyebutkan secara spesifik klaim otoritas di atas negara bagian atau rencana detail untuk membuka kembali ekonomi. Pemerintahan Trump sebelumnya mengungkapkan upaya pelonggaran isolasi sebelumnya diperkirakan mencapai 1 Mei.
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di AS telah mencapai 23.000 dan 575.000 kasus infeksi virus mematikan itu. AS sebagai negara terpadat ketiga mencatat jumlah korban terbanyak akibat Covid-19 dibandingkan negara lain.
Korban meninggal dunia umumnya berada di New York. Cuomo mengungkapkan, jika pemerintah melakukan hal bodoh untuk memperlonggar isolasi terlalu cepat, maka hal buruk bisa terjadi di New York. Sebanyak 190.000 kasus positif korona ada di negara bagian itu. Adapun lebih dari 10.000 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di New York.
Akan tetapi, kemajuan yang dicapai akan dengan cepat berbalik jika warga New York tidak mematuhi protokol pembatasan sosial. “Anda bisa membalikkan angka itu dengan bersikap sembrono selama dua atau tiga hari,” katanya. Cuomo menegaskan bahwa dirinya meyakini “yang terburuk telah berakhir” di New York. Jumlah kematian harian di negara bagian itu mencapai 671 orang, yang terendah selama sepekan. “Jika kita terus bersikap cerdas, saya yakin kita berada pada awal jalur menuju normal,” katanya.
Lihat Juga :