Polda Jateng Bongkar Prostitusi Berkedok Karaoke di Gunung Kemukus
Selasa, 04 Februari 2025 - 13:45 WIB
Ditreskrimum Polda Jateng membongkar praktik prostitusi berkedok tempat karaoke yang beroperasi di Kawasan Wisata Religi Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Foto/Eka Setiawan
SEMARANG - Ditreskrimum Polda Jateng membongkar praktik prostitusi berkedok tempat karaoke yang beroperasi di Kawasan Wisata Religi Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Tempat karaoke itu mempekerjakan perempuan yang dijaring lewat media sosial, ditawari pekerjaan jadi pelayan rumah makan.
Tawaran pekerjaan pelayan rumah makan itu ternyata jebakan. Sebab, sampai di lokasi yang dimaksud, korban malah dipekerjakan sebagai pemandu karaoke sekaligus melayani tamu berhubungan seksual di bilik yang sudah disediakan pemiliknya.
Baca juga: Kisah Pangeran Samudro, Putra Raja Majapahit Terakhir yang Dimakamkan di Gunung Kemukus
“Korban tak bisa menolak, karena dari pihak penyedia minta uang tebusan Rp1juta,” kata Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio di lobi kantornya, Selasa (4/2/2025).
Orangtua salah satu korban, kemudian melapor ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Provinsi Jateng dan Polda Jateng. Penyidik yang menerima laporan menindaklanjutinya dan lokasi prostitusi berkedok tempat karaoke itu dilakukan penegakan hukum.
Pengelolanya berinisial S yang merupakan perempuan dewasa dijadikan tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ditahan di Mapolda Jateng. Praktik ini dibongkar pada akhir Januari 2025.
Tawaran pekerjaan pelayan rumah makan itu ternyata jebakan. Sebab, sampai di lokasi yang dimaksud, korban malah dipekerjakan sebagai pemandu karaoke sekaligus melayani tamu berhubungan seksual di bilik yang sudah disediakan pemiliknya.
Baca juga: Kisah Pangeran Samudro, Putra Raja Majapahit Terakhir yang Dimakamkan di Gunung Kemukus
“Korban tak bisa menolak, karena dari pihak penyedia minta uang tebusan Rp1juta,” kata Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio di lobi kantornya, Selasa (4/2/2025).
Orangtua salah satu korban, kemudian melapor ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Provinsi Jateng dan Polda Jateng. Penyidik yang menerima laporan menindaklanjutinya dan lokasi prostitusi berkedok tempat karaoke itu dilakukan penegakan hukum.
Pengelolanya berinisial S yang merupakan perempuan dewasa dijadikan tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ditahan di Mapolda Jateng. Praktik ini dibongkar pada akhir Januari 2025.