Festival Wana Lestari Momentum Unjuk Program Perhutanan Sosial Masyarakat Desa Banyurip Sragen
Senin, 03 Maret 2025 - 11:28 WIB
loading...
Festival Wana Lestari digelar di Balai Kesenian Rakyat, Desa Banyurip, Jenar, Sragen, Kamis (27/2/2025). Festival ini mengembalikan tata guna kawasan sesuai fungsinya melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan pengelolaan perhutanan sosial. Foto: Ist
A
A
A
SRAGEN - Sejak lama Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen menghadapi beberapa masalah lingkungan. Salah satunya tingginya ketergantungan pada komoditas jagung dan tebu di sekitar kawasan hutan. Ini berdampak kurang terpeliharanya tanaman produktif.
Minimnya perhatian masyarakat terhadap tumbuh kembang tanaman produktif bukan tanpa sebab. Hal itu dilakukan agar tanaman produktif tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jagung dan tebu yang tumbuh di area tersebut. Pertumbuhan tanaman produktif yang baik dianggap mengancam pertumbuhan tanaman jagung dan tebu yang ditanam petani.
Baca juga: Petani Tanaman Hias Antusias Ikuti Pelatihan Diversifikasi Produk Tanaman Anti Polutan
Alhasil kerusakan tanaman pokok mengakibatkan sumber-sumber air mengering sehingga menyebabkan bagi hasil dari tanaman pokok bagi penggarap rendah dan membuat ketersediaan rumput untuk ternak terbatas.
Ketua Badan Pengurus Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Surakarta Sumino mengatakan, solusinya mengembalikan keseimbangan ekosistem di kawasan hutan melalui program perhutanan sosial sehingga dapat mengembalikan fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial.
Minimnya perhatian masyarakat terhadap tumbuh kembang tanaman produktif bukan tanpa sebab. Hal itu dilakukan agar tanaman produktif tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jagung dan tebu yang tumbuh di area tersebut. Pertumbuhan tanaman produktif yang baik dianggap mengancam pertumbuhan tanaman jagung dan tebu yang ditanam petani.
Baca juga: Petani Tanaman Hias Antusias Ikuti Pelatihan Diversifikasi Produk Tanaman Anti Polutan
Alhasil kerusakan tanaman pokok mengakibatkan sumber-sumber air mengering sehingga menyebabkan bagi hasil dari tanaman pokok bagi penggarap rendah dan membuat ketersediaan rumput untuk ternak terbatas.
Ketua Badan Pengurus Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Surakarta Sumino mengatakan, solusinya mengembalikan keseimbangan ekosistem di kawasan hutan melalui program perhutanan sosial sehingga dapat mengembalikan fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial.
Lihat Juga :