Ini Peran 10 Anggota PSHT yang Keroyok Pelajar SMK di Malang hingga Tewas
Jum'at, 13 September 2024 - 18:58 WIB
"Saat itu RFP mengambil sebuah paving dan memukulkan paving ke kepala korban sebanyak satu kali. Kemudian korban disuruh mengikuti latihan bersama siswa yang lain yang saat itu sedang latihan," terangnya.
Selanjutnya korban ditegur oleh PIAH karena tidak bisa mengikat seragam PSHT, sehingga PIAH membantu mengikatkan tali baju korban. Saat korban memulai melanjutkan latihan, tetapi korban tidak tahu cara bergabung mengikuti kembali latihan sehingga PIAH menarik kerah baju korban.
"Dengan tangan kirinya lalu memukul ke arah ulu hati atau perut korban sebanyak satu kali, hingga korban terjatuh dan PIAH menyuruh korban untuk bangkit kembali," paparnya.
Tetapi ketika berusaha bangkit kembali, pelaku anak berinisial PIAH menendang lagi ke arah perut atau ulu hati korban sebanyak satu kali sehingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Dari sanalah akhirnya korban dibawa ke rumah sakit, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (12/9/2024).
Baca juga: Profil Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Danpussenarmed yang Dimutasi Jadi Pangdam XV/Pattimura
Sebelumnya, Alfin menerima kekerasan fisik dan dikeroyok oleh sejumlah orang anggota PSHT di Dusun Petren, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Jumat (6/9/2024) malam.
Akibatnya Alfin sempat tak sadarkan diri dibawa ke RS Prasetya Husada, Karangploso, sebelum dirujuk ke RST Soepraoen, Kota Malang, untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Tapi nyawanya tak bisa diselamatkan usai dinyatakan meninggal dunia di RST Soepraoen, Malang, pada Kamis (12/9/2024) pagi.
Selanjutnya korban ditegur oleh PIAH karena tidak bisa mengikat seragam PSHT, sehingga PIAH membantu mengikatkan tali baju korban. Saat korban memulai melanjutkan latihan, tetapi korban tidak tahu cara bergabung mengikuti kembali latihan sehingga PIAH menarik kerah baju korban.
"Dengan tangan kirinya lalu memukul ke arah ulu hati atau perut korban sebanyak satu kali, hingga korban terjatuh dan PIAH menyuruh korban untuk bangkit kembali," paparnya.
Tetapi ketika berusaha bangkit kembali, pelaku anak berinisial PIAH menendang lagi ke arah perut atau ulu hati korban sebanyak satu kali sehingga korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Dari sanalah akhirnya korban dibawa ke rumah sakit, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (12/9/2024).
Baca juga: Profil Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Danpussenarmed yang Dimutasi Jadi Pangdam XV/Pattimura
Sebelumnya, Alfin menerima kekerasan fisik dan dikeroyok oleh sejumlah orang anggota PSHT di Dusun Petren, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Jumat (6/9/2024) malam.
Akibatnya Alfin sempat tak sadarkan diri dibawa ke RS Prasetya Husada, Karangploso, sebelum dirujuk ke RST Soepraoen, Kota Malang, untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Tapi nyawanya tak bisa diselamatkan usai dinyatakan meninggal dunia di RST Soepraoen, Malang, pada Kamis (12/9/2024) pagi.
(kri)
Lihat Juga :