Pencuri Benih Lobster Tertangkap di Banyuasin, Penyelundupan Disinyalir hingga 1 Juta Ekor Per Hari
Senin, 06 Mei 2024 - 21:23 WIB
Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto menunjukkan kantongan berisi BBL hasil operasi tim Lanal Palembang di Banyuasin, Sumsel, Senin (6/5/2024). Foto/Ist
BANYUASIN - Pelaku penyelundupan benih bening lobster (BBL) ke luar negeri disebut memiliki beragam modus operandi, menggunakan jalur darat, laut, bahkan udara.
Setiap harinya diperkirakan 1 juta ekor BBL keluar dari wilayah Indonesia secara ilegal.
Baca juga: Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp15 Miliar dan Bekuk 4 Tersangka
"Jadi modusnya itu memang dari nelayan kemudian ke pengepul, pengepul ke distributor. (Dibawa) Dari mulai Lombok, terus mengarah sampai ke barat dan muaranya di sini Palembang dan Jambi. Jadi ketika dari Palembang dan Jambi itulah pakai jalan laut," ujar Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono dalam konferensi pers penggagalan penyelundupan puluhan ribu ekor benur di Pangkalan TNI AL Palembang, Senin (6/5/2024).
Menurut Ipunk, saat melakukan pengiriman via darat modus operandi pelaku biasanya berganti-ganti mobil untuk mengelabui petugas. Hal ini yang kadang menyulitkan pihaknya melakukan penangkapan meski sudah mendapatkan informasi yang valid.
Setiap harinya diperkirakan 1 juta ekor BBL keluar dari wilayah Indonesia secara ilegal.
Baca juga: Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp15 Miliar dan Bekuk 4 Tersangka
"Jadi modusnya itu memang dari nelayan kemudian ke pengepul, pengepul ke distributor. (Dibawa) Dari mulai Lombok, terus mengarah sampai ke barat dan muaranya di sini Palembang dan Jambi. Jadi ketika dari Palembang dan Jambi itulah pakai jalan laut," ujar Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono dalam konferensi pers penggagalan penyelundupan puluhan ribu ekor benur di Pangkalan TNI AL Palembang, Senin (6/5/2024).
Menurut Ipunk, saat melakukan pengiriman via darat modus operandi pelaku biasanya berganti-ganti mobil untuk mengelabui petugas. Hal ini yang kadang menyulitkan pihaknya melakukan penangkapan meski sudah mendapatkan informasi yang valid.
Lihat Juga :