89% Pelaku Usaha Mikro-Kecil di Jabar Belum Berbisnis secara Online

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 08:00 WIB
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
BANDUNG - Kendati digitalisasi perdagangan telah gencar dilakukan, namun hingga saat ini sekitar 89% pelaku usaha mikro dan kecil di Jabar belum mengakses internet sebagai media melakukan perdagangan.

Padahal, secara jumlah, sekitar 98,8% usaha di Jawa Barat masuk dalam kategori usaha mikro dan kecil (UMK). Dari jumlah itu, mereka mampu menyerap 74% tenaga kerja. Kontribusi UMKM juga sangat signifikan bagi perekonomian. Sayangnya, pandemi menyebabkan banyak pelaku usaha sulit bertahan. (BACA JUGA: Gawat, Sebanyak 85,42% UMKM Terancam Bangkrut )



Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan, banyak bisnis yang tidak mampu bertahan dan bersaing di era new normal ini karena belum terdigitalisasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergantung pada layanan digital menjadi salah satu faktor terbesar. (BACA JUGA: Jerit Pelaku UMKM di Lembang Terancam Bangkrut Akibat Pandemi COVID-19 )

"Beralih dan mulai memanfaatkan digitalisasi adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM untuk mempertahankan usaha mereka di era tatanan baru ini," kata Richard dalam acara peluncuran Program Terus Usaha di Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). (BACA JUGA: Selamatkan Ekonomi Jabar, Pemerintah Didesak Kucurkan Kredit Ringan bagi UMKM )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!