6 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Berdarah Bangsawan asal Maluku
Selasa, 06 Juni 2023 - 12:03 WIB
Pada tanggal 16 Mei 1817, Pattimura bersama dengan pasukannya telah berhasil merebut Benteng Duurstede yang merupakan pusat pertahanan dan pemerintahan VOC selama menguasai wilayah Saparua.
Baca juga: Martha Christina Tiahahu, Panglima Perang Perempuan Termuda di Pasukan Pattimura
Aksinya tersebut dimulai pada tanggal 15 Mei 1817 atau sehari sebelum mereka berhasil merebutnya. Kala itu Pattimura ditemani beberapa rekan seperjuangannya seperti Said Parintah, Paulus Tiahahu, Putri Tiahahu, Anthony Reebhok dan Martha Christina Tiahahu yang memimpin jalan.
Kapitan merupakan tanda kepangkatan yang diberikan oleh Belanda untuk menyebut pemimpin dalam satuan militer di tingkatan perwira. Namun sebelumnya, sistem tersebut juga pernah dipakai oleh pemerintahan Portugis usai menaklukan Malaka pada abad ke-16.
Meski begitu, gelar yang dipakai oleh Pattimura sendiri bukanlah yang diberikan oleh Belanda. Melainkan diberikan oleh rakyat Maluku setelah dirinya berhasil melawan kolonial Belanda. Hal ini dikemukakan dalam buku Mengenal Pahlawan Indonesia (Arya Ajisaka & Damayanti, 2010).
Setelah berhasil menaklukan Benteng Duurstede pada tanggal 29 Mei 1817, Pattimura beserta pemimpin dari daerah Maluku membuat sebuah proklamasi yang dikenal dengan Proklamasi Haria.
Baca juga: Martha Christina Tiahahu, Panglima Perang Perempuan Termuda di Pasukan Pattimura
Aksinya tersebut dimulai pada tanggal 15 Mei 1817 atau sehari sebelum mereka berhasil merebutnya. Kala itu Pattimura ditemani beberapa rekan seperjuangannya seperti Said Parintah, Paulus Tiahahu, Putri Tiahahu, Anthony Reebhok dan Martha Christina Tiahahu yang memimpin jalan.
3. Mendapat gelar Kapitan dari rakyat Maluku
Kapitan merupakan tanda kepangkatan yang diberikan oleh Belanda untuk menyebut pemimpin dalam satuan militer di tingkatan perwira. Namun sebelumnya, sistem tersebut juga pernah dipakai oleh pemerintahan Portugis usai menaklukan Malaka pada abad ke-16.
Meski begitu, gelar yang dipakai oleh Pattimura sendiri bukanlah yang diberikan oleh Belanda. Melainkan diberikan oleh rakyat Maluku setelah dirinya berhasil melawan kolonial Belanda. Hal ini dikemukakan dalam buku Mengenal Pahlawan Indonesia (Arya Ajisaka & Damayanti, 2010).
4. Diangkat sebagai pemimpin rakyat Maluku
Setelah berhasil menaklukan Benteng Duurstede pada tanggal 29 Mei 1817, Pattimura beserta pemimpin dari daerah Maluku membuat sebuah proklamasi yang dikenal dengan Proklamasi Haria.
Lihat Juga :