6 Fakta Kapitan Pattimura, Pahlawan Berdarah Bangsawan asal Maluku

Selasa, 06 Juni 2023 - 12:03 WIB
Isi dari proklamasi tersebut yakni beberapa keluhan mereka terhadap pemerintah Belanda serta mendeklarasikan Kapitan Pattimura sebagai pemimpin Rakyat Maluku.

5. Menginisiasi wilayah lain untuk melawan



Penyerbuan dan penaklukan benteng Duurstede oleh Kapitan Pattimura menjadi awal pemicu bangkitnya semangat rakyat maluku untuk menentang kolonialisme. Hal ini ditandai dengan adanya penyerbuan di daerah lain sekitar Maluku.

Di Pulau Ambon, perlawanan terhadap kolonial Belanda dipimpin oleh Kapitan Ulupaha. Sementara di Pulau Nusalaut, perlawanan dipimpin oleh Kapitan Paulus Tiahahu yang selalu didampingi putrinya, Martha Christina Tiahahu yang masih berusia remaja.

6. Kapitan Pattimura Wafat karena hukuman gantung



Siasat Devide et impera atau yang dikenal dengan politik pecah belah pernah digunakan oleh pihak kolonial Belanda untuk menumbangkan Sang Kapitan beserta pasukannya. Bermodal hasutan, Belanda berhasil membujuk tokoh-tokoh yang tidak menyukai Pattimura.

Akibat pengkhianatan dari beberapa tokoh itu, Belanda pun dengan mudah mengetahui strategi Pattimura dan berhasil menangkapnya. Karena tidak mau bekerja sama dengan pihak kolonial, Kapitan Pattimura pun dihukum gantung pada usia yang masih muda, yakni 34 tahun.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!