Sejumlah Negara Eropa Mulai Longgarkan Lockdown Secara Bertahap

Rabu, 29 April 2020 - 10:01 WIB
Ia melanjutkan, melalui tahapan tersebut akan tergantung pada faktor-faktor seperti bagaimana tingkat infeksi berkembang, jumlah tempat perawatan intensif yang tersedia dan kepatuhan dengan aturan jarak-sosial. Termasuk kata dia, tak memberikan ambang batas konkret untuk bagaimana langkah-langkah ini akan dievaluasi.

"Kami mulai melihat hasil yang akan menjadi hadiah untuk upaya kolektif besar yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir," kata Sanchez dilansir dari Al Jazeera, Rabu, (29/04/2020).

Sementara di Prancis, rezim baru pengujian coronavirus akan diluncurkan pada 11 Mei sehingga perlahan-lahan dapat melepaskan diri dari lockdown dan menghindari krisis ekonomi.

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan pada hari Selasa, memperingatkan bahwa warga harus didisiplinkan untuk mencegah wabah baru.

Philippe menjelaskan, pemerintah telah menetapkan tujuan melaksanakan setidaknya 700.000 tes per minggu. Setelah seseorang dinyatakan positif, penelusuran akan mulai mengidentifikasi, menguji, dan mengisolasi semua orang yang telah melakukan kontak dekat dengan individu tersebut.

"Ketika kita mengakhiri penguncian, kita akan memiliki kapasitas untuk meningkatkan pengujian secara besar-besaran," katanya dalam pidatonya di parlemen, membela penanganan krisis pemerintah.

Namun, ia memperingatkan bahwa tingkat infeksi akan meningkat jika Prancis bergerak terlalu cepat dan orang menjadi terlena.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!