Corona di Surabaya Tertinggi, Rapid Test Digelar On The Spot

Selasa, 14 April 2020 - 11:09 WIB
Jika hasilnya positif, maka mereka akan langsung dibawa ke RS milik Pemprov dengan ambulance yang sudah disediakan. Mereka akan dikarantina di sana sembari dilakukan swab PCR. Sedangkan yang hasil screening rapid test-nya negatif maka mereka diperbolehkan pulang.

"Dari alat yang kami bawa ke sini dan dites semua pada pengunjung, semuanya hasilnya negatif. Jika ada yang positif maka yang lain juga harus mendapatkan perhatian sebagai ODP. Makanya sebelum dites semua sudah didata nama dan alamatnya," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi.

Joni mengatakan, langkah ini diharapkan bisa efektif untuk melakukan pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2. Terutama mendorong masyarakat untuk tetap di rumah, menjalankan physical distancing dengan tidak banyak berkerumun guna menekan angka penyebaran virus.

"Virus corona ini memang bisa sembuh sendiri dengan ketahanan tubuh yang baik untuk melawan virus. Tapi virus ini penularannya melalui manusia dan itu sangat cepat," terangnya.

Joni menegaskan dari patroli skala besar ini, di titik cafe kawasan Wonokromo tidak ditemukan adanya orang yang terdeteksi positif Covid-19 lewat rapid test. Sehingga seluruh pengunjung yang sudah menjalani rapid test bisa langsung pulang. "Gugus Tugas maupun TNI-Polri mengimbau agar masyarakat lebih baik tinggal di rumah kecuali untuk keperluan yang sangat penting," tandasnya.
(yus)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!