Ciptakan Toxo Kit untuk Deteksi Dini Virus Toxoplasma

Minggu, 26 April 2015 - 10:06 WIB
Ciptakan Toxo Kit untuk...
Ciptakan Toxo Kit untuk Deteksi Dini Virus Toxoplasma
A A A
Rasa waswas kerap menghantui ibu hamil. Mereka khawatir terjangkit virus toxoplasmosis yang identik dengan kucing. Itu membuat banyak ibu hamil meminta surat pengantar tes ke laboratorium.

Tujuannya untuk melakukan pencegahan dini agar bayi yang dilahirkan kelak tidak ada masalah akibat virus tersebut. Salah satu dampaknya, bayi lahir dengan hydrochepalus. Toxoplasmosis merupakan salah satu zoonosis , yaitu penyakit dari hewan yang dapat menular pada manusia. Penyakit toxoplasmosis tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan dapat menyerang semua mamalia dan unggas.

Salah satu hewan yang berperan utama dalam penyebaran penyakit toxoplasmosis adalah kucing. Perkembangan toxoplasmosis di usus kucing menghasilkan ookista yang keluar bersama feses (kotoran) dan dapat mencemari lingkungan dan menjadi sumber penularan karena dapat mengontaminasi bahan makanan dan air minum. Toxoplasmasis itu berakibat fatal apabila menjangkiti ibu hamil atau ternak bunting.

”Toksoplasma ini berpotensi menyerang siapa saja, baik lakilaki atau perempuan, semua mamalia, bangsa burung. Tapi potensi paling besar adalah mereka yang berhubungan atau terkontaminasi dengan tanah, seperti pada babi. Tikus itu juga pembawa karena di tempat kotor. Tikus menularkan ke kucing,” tutur Prof Dr Lucia Tri Suwanti MP drh seusai dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu parasitologi dan ilmu penyakit parasiter pada Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga (Unair), kemarin. Untuk menanggulangi dan mencegah efek buruk toxoplasmosis , Lucia bersama timnya mengembangkan alat pendeteksi toxoplasmosis bernama Toxo Kit .

Alat Toxo Kit memiliki keunggulan untuk dapat mendeteksi toxoplasmosis dalam waktu 15 menit dengan menggunakan sampel serum. Saat ini perempuan kelahiran Klaten itu juga berencana mengembangkan Toxo Kit dengan menggunakan urine dan air liur sebagai sampel.

”Keunggulan yang kami produksi adalah bisa mendeteksi toxooplasmosis dengan cepat hanya 15 menit. Selama ini tes ini ada butuh dua hari. Kemudian juga butuh peralatan canggih. Toxo Kit ini cukup dibaca dengan mata telanjang dan murah. Sampelnya masih pakai serum. Tapi nanti akan dikembangkan dengan menggunakan urine, dan air liur, agar mereka bisa melakukan tes sendiri seperti test pack untuk kehamilan itu,” ungkap perempuan kelahiran 28 Agustus 1962 tersebut.

Selain Toxo Kit , Lucia juga sedang mengembangkan telur ayam anti-toxoplasmosis . Prinsip dari teknologi ini adalah pembuatan antibodi melalui kuning telur ayam. Ayam diimunisasi dengan antigen toxoplasmosis , dan ayam akan merespons dengan membentuk antibodi yang dapat ditransfer ke dalam kuning telur.

”Kami baru menguji praklinik pada mencit. Ini bisa menurunkan angka kejadiannya. Tapi, ini masih dalam pengembangan. Tetapi itu akan lebih murah karena untuk pencegahan. Kita produksi antibodi melalui ayam karena dia setiap hari bertelur. Sehingga ini baik dikonsumsi untuk ibu-ibu muda yang sebelum hamil untuk mengonsumsi itu. Karena kalau dia mendapatkan infeksi itu pada saat kehamilan, itu yang berbahaya,” imbuh Lucia yang menyampaikan orasi ilmiah berjudul Peran Dokter Hewan dalam Pengendalian Toxoplasmosis melalui Pengembangan Kit Diagnostik dan Imunoterapi.

”Toxo Kit ini akan diproduksi massal. Sudah ada perusahaan farmasi yang berminat memproduksi. Cuma sementara ini masih dalam tahap perbincangan,” pungkas Lucia seraya menyebut salah satu pabrikan obat.

Soeprayitno
Surabaya
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
8 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved