Disambati Petani Gula, Menteri Rini Menangis

Rabu, 08 April 2015 - 10:14 WIB
Disambati Petani Gula,...
Disambati Petani Gula, Menteri Rini Menangis
A A A
JEMBER - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meneteskan air mata saat disambati petani gula tentang kondisi industri gula di Tanah Air. Rini mengaku sedih dan prihatin terhadap petani gula saat ini.

Rini Soemarno kemarin datangkeKecamatanTanggulJember untuk bertemu petani tebu. Rini yang datang terlambat sekitar lima jam itu mendapat keluhan dari petani tebu soal menjamurnya pabrik gula rafinasi. Petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengeluhkan tumbuhnya pabrik gula rafinasi di Indonesia kepada Rini Sumarno saat acara silaturahmi petani tebu di Padepokan Arum Sabil, Kecamatan Tanggul, kemarin.

Ketua APTRI Arum Sabil mengatakan, saat ini jumlah pabrik gula rafinasi di Indonesia berkembang mencapai 11 unit. “Padahal, awalnya pada 1999 hanya empat unit. Tidak hanya itu, produksi pabrik gula rafinasi saat ini mencapai 5 juta ton per tahun. Lebih parah lagi, gula rafinasi yang awalnya diperuntukkan industri makanan dan minuman saat ini sudah masuk ke pasar.

Akibatnya, gula milik petani tebu tidak laku di pasaran,” tandas Arum. Menanggapi persoalan itu, Menteri BUMN Rini Soemarno terlihat sedih dan air matanya mengalir. Rini menangis karena mengingat gejolak pergulaan nasional yang terjadi pada 2001 ketika menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada masa itu. “Kondisi sekarang hampir mirip seperti 2001.

Terus terang saya sedih karena kondisi sekarang lebih berat karena pabrik gula rafinasi jumlahnya sudah mencapai 11 buah dengan produksi 5 juta ton,” kata Rini. Selain itu, kini Indonesia dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan produk negara asing yang bisa keluar masuk dengan bebas. Pesaing terbesar adalah Thailand yang biaya pokok produksi (BPP)-nya hanya Rp6.500 per kg dan itu sudah sampai dikirim ke Indonesia.

Rini juga meminta agar petani tetap bersemangat untuk tetap menanam tebu karena pemerintah saat ini berusaha memperbaiki kondisi pabrik gula agar lebih efisien dan bisa menghasilkan produk sampingan. “Yang penting sekarang adalah bagaimana PG milik negara dan petani tebu tetap hidup. Saya yakin pada 2019 harus bisa swasembada gula,” tandasnya.

P juliatmoko
(bbg)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
19 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved