Resmi Tutup, PT DBS Blitar Didatangi Nasabah

Selasa, 24 Maret 2015 - 11:39 WIB
Resmi Tutup, PT DBS...
Resmi Tutup, PT DBS Blitar Didatangi Nasabah
A A A
BLITAR - Penutupan bisnis money game berkedok investasi PT Dua Belas Suku (DBS) Kota Blitar menimbulkan gejolak.

Sebanyak 60 orang nasabah yang belum dibayarkan haknya, kemarin, ramai-ramai mendatangi kantor PT DBS di kompleks ruko Jalan TGP Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Mereka datang untuk menagih seluruh pelunasan seperti yang dijanjikan manajemen PT DBS. “Kami dapat informasi dari jejaring sosial dan pesan pendek (SMS) bahwa hari ini (kemarin) ada pelunasan setelah mulai pekan lalu ditutup,” ujar Sriyati, warga Srengat, Kabupaten Blitar.

Sriyati mengaku memiliki empat akun dengan nilai masing-masing Rp5 juta. Namun, bunga 30% per pekan per akun seperti yang dijanjikan PT DBS belum satu pun cair. “Pokoknya, saya akan terus menagih sampai hak saya diberikan,” kata Sriyati.

Sejak pukul 09.00 WIB, Sriyati dan nasabah senasib lainnya sudah menduduki kantor PT DBS. Mereka duduk bersimpuh di lantai depan pintu kantor yang resmi tutup mulai 17 Maret 2015 itu. Sejumlah nasabah juga terlihat mondar-mandir di pelataran ruko. Beberapa di antaranya memilih nongkrong di warung kopi sekitar lokasi. Tujuan mereka menanti penjelasan pihak PT DBS.

Situasi berubah panas saat Endik Jauhari, salah satu humas PT DBS, datang ke lokasi. Massa marah saat Endik menempelkan kertas berisi pengumuman di dinding ruko bertulis, “Kantor Tutup Sampai Bulan Juli. Segenap Direksi Masih Mencarikan Dana”. Belum sampai lima menit ditempel, beberapa nasabah pria memaksa Endik melepas kertas pengumuman. “Awas kalau tidak sampai dilepas,” ujar salah satu nasabah yang meradang.

Endik pun memilih bungkam. Perwakilan PT DBS yang pernah sesumbar bisnisnya tidak akan pernah mati itu lalu pergi. Sejumlah aparat Kepolisian Resor Kota Blitar tampak berjaga-jaga di lapangan. Seperti hal Sriyati, Arifin, warga Gedok, Kota Blitar, bertekad akan terus memperjuangkan haknya.

Dia meminta PT DBS mengembalikan uangnya sebesar Rp525 juta. “Yang Rp25 juta milik saya sendiri. Sedangkan yang Rp500 juta milik teman- teman saya yang sejak awal ikut mendaftar,” ungkap dia.

Hingga kini jumlah nasabah yang belum dibayar PT DBS ada 22.000 akun dengan nilai dana mencapai Rp140 miliar lebih. Sepertidiketahui, PTDBSberoperasi sejak Agustus 2014. Bisnis ini memiliki karakter serupa money game . Setiap user (nasabah) yang menanamkan investasi mendapat bunga 30% per pekan. Setiap akun atau investasi bernilai minimal Rp1 juta dan maksimal Rp5 juta.

Setiap nasabah diwajibkan menyetor uang administrasi senilai 15% dari akun. Perinciannya sebesar 30% (dari 15) untuk operasional 27 pegawai dan 70% sisanya disimpan sebagai dana safety . Tidak heran, meski tidak mengantongi izin OJK, PT DBS dalam waktu singkat mampu merangkul 40.000 nasabah.

Dalam sehari, dana yang dikelola dari akun baru mencapai Rp900 juta hingga Rp1,8 miliar. Kasat Reskrim Polres Kota Blitar AKP Naim Ishak mengatakan masih memeriksa saksisaksi.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menghadirkan saksi ahli dari Universitas Brawijaya Malang. “Dalam pekan ini kami akan menghadirkan saksi ahli dari Unibraw. Sampai hari ini belum ada tersangka,” ungkap dia.

Solichan arif
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
49 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved