Tetap Percaya Diri Walaupun Memiliki Kekurangan
Minggu, 15 Maret 2015 - 10:30 WIB
Tetap Percaya Diri Walaupun Memiliki Kekurangan
A
A
A
SURABAYA - Membesarkan dan merawat anak berkebutuhan khusus memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Meski mereka memiliki kekurangan, namun bukan berarti tidak bisa berprestasi.
Karena itu kemarin, anak-anak berkebutuhan khusus ini unjuk kebolehan lewat berbagai pentas seni, yakni bermain drama. Sekitar 30 anak bermain drama berjudul Aku Bukan Ranting Kering. Mereka yang memiliki kekurangan, baik dari yang tidak bisa berjalan atau memiliki kekurangan lain, seolah tidak memiliki beban dan tampil percaya diri pada acara ulang tahun ke-59 Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya.
Seperti Faisal, siswa yang hampir lulus tingkat SMA itu, mengaku senang saat diminta pentas bersama teman-temannya. Apalagi acara tersebut juga disaksikan langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan serta beberapa pejabat lain. Hebatnya lagi, tidak hanya Faisal berani tampil di depan umum, tetapi juga anak-anak lain yang punya kemampuan bernyanyi maupun bermain musik.
Bahkan, salah seorang siswi YPAC ternyata memiliki suara yang merdu saat menyanyi. Lantunan suaranya membuat penonton tidak menyangka jika yang menyanyi adalah seorang anak berkebutuhan khusus. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutan berpesan bahwa anak berkebutuhan juga merupakan bagian dari pendidikan sehingga mereka perlu dibimbing.
”Bukan tidak mungkin mereka bisa berprestasi, karena barusan waktu memberikan penghargaan di sebuah acara, ternyata yang mengembangkan jaringan bawah tanah di Singapura adalah anak berkebutuhan khusus yang sebelumnya juga dibina. Artinya, anak-anak seperti mereka juga bisa berprestasi,” kata Risma.
Ketua Panitia Kegiatan M Nasaruddin Ismail menjelaskan, tujuan digelar pentas seni tersebut untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bisa berprestasi asal dibina dengan benar dan harus sabar serta telaten. ”Faisal ini dulu tidak bisa berjalan, tapi setelah dengan sabar diterapi dan melalui berbagai pembelajaran di sekolah akhirnya bisa berjalan, bahkan menjadi juara internasional untuk lomba lari.
Artinya, meski mereka punya kekurangan, tetapi bisa berprestasi asal tekun mengajari mereka,” kata Nasarrudin. Melalui pentas seni drama dan perpaduan musik dari anak-anak YPAC ini, juga memberi motivasi bagi orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus untuk saling berbagi pengalaman.
”Di sekolah kami memang tidak hanya membina anak-anaknya, tetapi juga para orang tua supaya mereka bisa sabar ketika menghadapi anak-anak ini, mengingat mereka memang belum bisa mandiri seperti anak lainnya,” kata Nasarrudin. Untuk diketahui, sekolah yang terletak di Jalan Semolowaru Utara V/2A saat ini memiliki 80 murid berkebutuhan khusus mulai dari TK hingga SMA.
Sekolah ini juga terus berinovasi untuk memajukan pendidikan di YPAC di antaranya dengan bekerja sama dengan desain interior Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mendesain ruang pembelajaran yang nyaman bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Mamik Wijayanti
Karena itu kemarin, anak-anak berkebutuhan khusus ini unjuk kebolehan lewat berbagai pentas seni, yakni bermain drama. Sekitar 30 anak bermain drama berjudul Aku Bukan Ranting Kering. Mereka yang memiliki kekurangan, baik dari yang tidak bisa berjalan atau memiliki kekurangan lain, seolah tidak memiliki beban dan tampil percaya diri pada acara ulang tahun ke-59 Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya.
Seperti Faisal, siswa yang hampir lulus tingkat SMA itu, mengaku senang saat diminta pentas bersama teman-temannya. Apalagi acara tersebut juga disaksikan langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan serta beberapa pejabat lain. Hebatnya lagi, tidak hanya Faisal berani tampil di depan umum, tetapi juga anak-anak lain yang punya kemampuan bernyanyi maupun bermain musik.
Bahkan, salah seorang siswi YPAC ternyata memiliki suara yang merdu saat menyanyi. Lantunan suaranya membuat penonton tidak menyangka jika yang menyanyi adalah seorang anak berkebutuhan khusus. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutan berpesan bahwa anak berkebutuhan juga merupakan bagian dari pendidikan sehingga mereka perlu dibimbing.
”Bukan tidak mungkin mereka bisa berprestasi, karena barusan waktu memberikan penghargaan di sebuah acara, ternyata yang mengembangkan jaringan bawah tanah di Singapura adalah anak berkebutuhan khusus yang sebelumnya juga dibina. Artinya, anak-anak seperti mereka juga bisa berprestasi,” kata Risma.
Ketua Panitia Kegiatan M Nasaruddin Ismail menjelaskan, tujuan digelar pentas seni tersebut untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bisa berprestasi asal dibina dengan benar dan harus sabar serta telaten. ”Faisal ini dulu tidak bisa berjalan, tapi setelah dengan sabar diterapi dan melalui berbagai pembelajaran di sekolah akhirnya bisa berjalan, bahkan menjadi juara internasional untuk lomba lari.
Artinya, meski mereka punya kekurangan, tetapi bisa berprestasi asal tekun mengajari mereka,” kata Nasarrudin. Melalui pentas seni drama dan perpaduan musik dari anak-anak YPAC ini, juga memberi motivasi bagi orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus untuk saling berbagi pengalaman.
”Di sekolah kami memang tidak hanya membina anak-anaknya, tetapi juga para orang tua supaya mereka bisa sabar ketika menghadapi anak-anak ini, mengingat mereka memang belum bisa mandiri seperti anak lainnya,” kata Nasarrudin. Untuk diketahui, sekolah yang terletak di Jalan Semolowaru Utara V/2A saat ini memiliki 80 murid berkebutuhan khusus mulai dari TK hingga SMA.
Sekolah ini juga terus berinovasi untuk memajukan pendidikan di YPAC di antaranya dengan bekerja sama dengan desain interior Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mendesain ruang pembelajaran yang nyaman bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Mamik Wijayanti
(bhr)