Peragaan Busana dari Bahan Daur Ulang

Minggu, 15 Maret 2015 - 10:29 WIB
Peragaan Busana dari...
Peragaan Busana dari Bahan Daur Ulang
A A A
BANYUWANGI - Ajang Banyuwangi Festival 2015 disemarakkan dengan pergelaran busana dari bahan daur ulang. Atraksi wisata bertajuk Green & Recycle Fashion itu digelar di Pantai Boom, kemarin.

Ratusan model cilik hingga dewasa berlenggak- lenggok dengan membawakan busana berbahan barang bekas. Ribuan penonton menyemut mengelilingi Pantai Boom menyaksikan fashion show unik ini. Meskipun dari bahan-bahan bekas, busana yang dibawakan model-model ini tak kalah keren dengan menggunakan kain mahal.

Ada yang berbentuk kupu-kupu, ada pula mirip putri kipas dengan sanggul menjulang. Mereka tampak sangat cantik dalam balutan busana yang relatif murah tetapi tetap berkelas itu. Chika Cladis Prisilia, 5, salah satu model cilik mengatakan, sudah terbiasa mengenakan busana pesta dengan bahan koran bekas, dengan atasannya terbuat dari bungkus kopi instan dan ikat pinggangnya dari tutup botol minuman kaleng.

”Untuk membuat ini kami butuh satu Minggu, mulai mendesain hingga menganyam atasan gaunnya. Ini membutuhkan ketelitian dan keseriusan. Tapi kami sangat puas, baju ini akan kami simpan untuk ikut fashion show serupa,” kata Frinda, orang tua Chika.

Peragaan busana dari bahan daur ulang ini merupakan salah satu agenda Banyuwangi Festival 2015, sebuah ajang promosi wisata dengan puluhan atraksi sepanjang tahun di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. ”Atraksi ini bukan sekadar parade fesyen , tetapi lebih pada upaya mengirim pesan penting tentang bagaimana bahan yang tidak terpakai bisa digunakan kembali.

Kita kemas dalam event fesyen agar masyarakat, khususnya anak muda, lebih tertarik berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Dengan atraksi fesyen itu, pemandangan di Pantai Boom memang sangat menarik. Hampir semua ornamen yang digunakan dari bahan bekas.

Seperti meja undangan yang terbuat dari ban bekas, tenda juga menggunakan bambu yang ditutup paranet. Hiasan tenda juga terbuat dari pernik-pernik gelas bekas minuman plastik. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Arief Setiawan menambahkan, acara ini diharapkan menggugah masyarakat agar lebih peduli dengan sampah,

terutama sampah nonorganik, karena bisa bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi jika dikemas dengan bagus. ”Kertas jangan hanya sekadar dibuang begitu saja ke tanah, namun harus didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna, bahkan bernilai lebih,” kata Arief.

P juliatmoko
(bhr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
2 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
4 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
5 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
6 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved