Pensiunan BUMN Tewas di Lokalisasi Slorok Kromengan

Senin, 09 Maret 2015 - 10:49 WIB
Pensiunan BUMN Tewas...
Pensiunan BUMN Tewas di Lokalisasi Slorok Kromengan
A A A
MALANG - Sn, 70, warga Dusun Kebonsari Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, ditemukan tewas setelah kencan dengan pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Kalibiru Desa Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang.

Pensiunan salah satu BUMN ini ditemukan tergeletak di atas ranjang milik salah satu wisma di lokalisasi tersebut. Informasi dari Kapolsek Kromengan, Sn diduga mengonsumsi obat kuat sebelum melakukan hubungan seks dengan PSK. Namun, polisi belum membeberkan nama PSK dimaksud. ”Korban ditemukan tewas di tempat, di ranjang salah satu wisma lokalisasi Slorok, saat kencan dengan salah satu PSK,” ungkap Kapolsek Kromengan AKP Okta Panjaitan, kemarin.

Saat kejadiannya pada Sabtu malam sekira pukul 19.00 WIB, lokalisasi yang sebenarnya sudah resmi ditutup pada 24 November 2014 lalu ini tetap beroperasi secara ilegal. KORAN SINDO JATIM yang mendatangi lokalisasi yang berlokasi sekitar 20 kilometer selatan Kabupaten Malang ini, mendapati beberapa wanita paruh baya duduk berjejer di sebuah bangku panjang dengan pakaian menggoda.

Kesannya, tempat ini masih buka praktik secara terselubung. Di lokasi ini tidak satu pun perempuan yang mau dikonfirmasi. Mereka mengarahkan wartawan untuk menemui bagian keamanan. Namun, pria yang ditunjuk pun tidak berada di tempat. Beberapa petugas parkir membenarkan kejadian ini, tapi identitasnya tidak bersedia disebutkan. ”Ya, tadi malam kejadiannya, tapi saya sendiri baru dengar informasinya dari teman,” kata dia.

Kapolsek Kromengan AKP Okta Panjaitan memerkirakan korban meninggal setelah melakukan hubungan badan sekitar pukul 19.30 WIB. Perkiraan ini disimpulkan setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari penghuni wisma biru tersebut.

Kepala desa setempat, Mesdi yang ditemui di kediamannya, mengatakan, pihaknya sudah melepas tanggung jawab sejak ditutup pemerintah daerah. ”Saya tidak bertanggung jawab atas kejadian ini, karena sudah merupakan wewenang Satpol PP,” ujarnya.

Yosef naiobe
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
38 menit yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
41 menit yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
1 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
3 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
3 jam yang lalu
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved