IPAH Ubah Air Hujan Layak Minum dan Wudhu

Kamis, 19 Februari 2015 - 11:26 WIB
IPAH Ubah Air Hujan...
IPAH Ubah Air Hujan Layak Minum dan Wudhu
A A A
Air hujan kebanyakan terbuang begitu saja, menjadi satu dengan genangan dan bahkan banjir yang ujung-ujungnya bermuara ke selokan. Namun, bagi empat siswa SMP Al Falah, air hujan tersebut diolah, diturunkan kadar keasamannya (Ph) sehingga layak minum.

Kelebihan lainnya, air olahan dengan memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air Hujan (IPAH) juga bisa dimanfaatkan untuk wudu. Air olahan ini secara syariat Islam bisa untuk bersuci sebelum salat. Nafla Aqilla, Randy Septian, Husein Rafi, dan Rifqy Fachruddin adalah perancang IPAH tersebut. Keempatnya merupakan siswa kelas VIII SMP Al Falah di Jalang Ketintang Madya Surabaya.

”Selain untuk mengerjakan tugas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), IPAH ini juga untuk memanfaatkan air hujan,” kata Nafla kemarin. Ditemui di sekolahan, siswi berjilbab ini menjelaskan bahan IPAH berikut sistem kerjanya. Bahannya ada gentong plastik yang biasa menyimpan dan mengawetkan ikan segar, paralon, batu koral, ijuk, kerikil, biji kelor, pelepah pisang, dan kapas.

”Tiga gentong plastik memiliki fungsi masing-masing,” ujar Husein. Gentong pertama diisi air hujan yang hendak diolah. Gentong pertama terhubung pipa paralon dengan gentong kedua yang di dalamnya ada biji kelor, gedebok atau pelepah pisang, arang, dan kerikil. Selanjutnya, gentong kedua terhubung paralon dengan tandon ketiga yang di dalamnya ada susunan kerikil, pelepah pisang, ijuk, saringan dari kapas, dan kerikil.

Air hujan yang sudah melalui fase ini selanjutnya siap minum atau buat wudu. Temuan ini membuat sekolah mengakomodasi, dengan membuat tandon bawah tanah untuk menampung air hujan yang mengalir dari genteng atau atap sekolahan, melalui saluran buang dan ke tandon bawah tanah. Saluran buang dipisahkan dengan yang terhubung kamar mandi atau toilet sekolahan.

”Awalnya tawas akan kami gunakan sebagai bagian sarana pengolahan. Karena bahan kimia, akhirnya tidak jadi, diganti biji jarak, ijuk, pelepah pisang, dan lainnya,” papar Nafla lagi. Meski baru SMP, Nafla dan temannya sempat meneliti tingkat keasaman air olahan. ”Hasil uji Ph di bawah tujuh dan ini layak minum. Kalau lebih dari tujuh, tidak layak minum,” ujarnya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Al Falah Surabaya Agus Farhani mengapresiasi temuan anak didiknya.

”Pada dasarnya air hujan itu suci-menyucikan. Jadi, olahan air hujan ini secara syariat Islam bisa digunakan berwudu,” kata dia.

Soeprayitno
Surabaya
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved