Hidupkan Kembali Topeng Maulid

Senin, 26 Januari 2015 - 10:49 WIB
Hidupkan Kembali Topeng...
Hidupkan Kembali Topeng Maulid
A A A
SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk kedua kalinya menggelar Festival Topeng Maulid.

Acara yang digelar di halaman Taman Surya kemarin ini sebagai salah satu upaya Pemkot Surabaya melestarikan kearifan lokal. Dibanding acara pertama yang digelar di Taman Bungkul, acara kali ini jauh lebih semarak. Ada sekitar 1.000 lebih warga Surabaya yang ikut ambil bagian memeriahkan acara tahunan ini.

Mereka terdiri dari atas pelajar, komunitas sanggar tari dan seni, serta juga partisipasi dari kecamatan. Halaman Taman Surya pun serasa disulap menjadi panggung pesta rakyat dengan hamparan karpet merah. Ada puluhan ragam topeng Maulud yang seperti dipajang di sebuah etalase dan ada gunungan hasil bumi, seperti sayur- sayuran, buah-buahan, serta gunungan apem (jajanan) khas Surabaya.

Selain itu, ada beragam penampilan dari siswa-siswi sekolah, komunitas sanggar tari/ seni, dan dari pewakilan kecamatan yang terkemas dalam parade topeng Maulid 2015, di antaranya Tari Topeng Shalawat dari SMPN 12 Surabaya dan drum band SMAN 19 Surabaya.

Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan ritual keberkahan yang diawali dengan Tarian Topeng Gedeg oleh Sanggar Surabaya Menari dan pembagian topeng Maulid oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Kemudian dilanjutkan dengan rebutan gunungan apem dan gunungan hasil bumi.”Acara ini diadakan supaya anak-anak tahu ada budaya seperti ini di Surabaya. Anakanak kecil jadi tahu ada Topeng Maulid,” kata Tri Rismaharini disela-sela acara.

Pada penyelenggaraan tahun ini kemasannya berbeda dengan sebelumnya. Jika tahun lalu hanya berupa topeng Maulud, sekarang ada gunungan buah dan apem seperti pada acara ruwat desa. Topeng Maulid merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang ada di Surabaya selain ludruk, manten pagon, tari remo, undukan doro dan gulat okol.

Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya merawat budaya lokal tersebut agar tetap ada dan dikenal generasi muda. Menurut Kepala Bidang Objek dan Promosi Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Ida Widayati mengatakan, tradisi topeng Maulid ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi tradisi warga Surabaya.

Namun sejak tahun 1970- an, tradisi itu perlahan memudar dan keberadaan topeng Maulidan nyaris hilang. Karena itu, melalui gelaran ini pemkot memandang perlu diadakan kegiatan Topeng Maulid. ”Dengan acara ini, kami ingin menghidupkan kembali budaya Kota Surabaya. Acara ini juga menjadi media kegiatan wisata bagi masyarakat kota maupun di luar kota Surabaya,” katanya.

Salah satu penggagas acara Festival Topeng Maulid 2015, Herry Lento mengatakan, sejak dulu di Surabaya ada tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di mana anak-anak akan memakai topeng Maulid.

”Dulu, ibu-ibu yang pergi ke pasar membelikan anak-anaknya topeng Maulid. Di kampung- kampung semuanya pakai topeng itu. Itu yang kemudian kami hidupkan kembali tradisi ini,” ujarnya.

Lukman Hakim
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
7 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
7 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
11 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved