Ratusan Hektare Padi Terancam Gagal Panen

Jum'at, 12 Desember 2014 - 12:09 WIB
Ratusan Hektare Padi...
Ratusan Hektare Padi Terancam Gagal Panen
A A A
MALANG - Curah hujan dengan intensitas meninggi belakangan ini menyebabkan ratusan hektare padi di Kabupaten Malang terendam banjir.

Akibatnya, ribuan petani terancam gagal panen. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Tomie Herawanto mengatakan, telah membentuk tim khusus untuk memantau areal sawah yang terendam banjir. Tim ini akan memberikan rekomendasi untuk mencegah kerusakan lebih parah. “Tim sudah diturunkan di lapangan untuk memantau terutama sentra padi yang ada potensi genangan banjir,” ujarnya, Kamis(11/12) kemarin.

Tomie mengatakan, ada beberapa langkah antisipasi untuk menyelamatkan panen petani di antaranya dengan upaya panen padi lebih dini. “Nanti semua tergantung pantauan tim di lapangan. Apakah memang perlu panen dini atau tidak. Intinya, kami akan mengedepankan nasib petani sebagai pertimbangan utama,” ujarnya.

Selain memberikan rekomendasi terkait penyelamatan panen petani, kata Tomie, hasil pantauan tim juga menjadi evaluasi terkait pola tanam di Kabupaten Malang. Dinas Pertanian dan Perkebunan tidak ingin pola tanam tidak sesuai dengan perubahan cuaca yang memicu puso.

Dari beberapa titik lokasi persawahan yang ada, kondisi areal persawahan di Kecamatan Pakisaji paling parah. Ratusan hektare sawah siap panen terendam air. Padi yang sudah ada bulirnya tampak menguning namun tak berisi. Kondisi alam seperti ini memaksa sebagian petani terpaksa memotong padinya sebelum waktunya.

Camat Pakisaj, A.M Arif mengatakan, telah menginstruksikan perangkat desa dan kelurahan mengecek ke lapangan. “Saya masih mengecek perangkat desa dan kelurahan mengenai areal persawahan yang terendam,” katanya.

Memang tidak semua areal persawahan terkena dampak curah hujan, salah satunya di wilayah Kecamatan Kepanjen. Camat Suwadji mengaku sebelum hujan turun padi di wilayah tersebut sudah dipanen.

“Insya Allah, wilayah kami luput dari gagal panen. Pada awal musim hujan, areal persawahan yang luasnya mencapai 366 hektare ini sebagian besar telah dipanen. Sisanya satu bulan ke depan sudah bisa panen,” ujarnya.

Mengenai genangan air hujan yang berimbas pada sawah di hampir seluruh Kabupaten Malang, Suwadji mengaku, wilayahnya masuk kategori aman.

Yosef Naiobe
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
44 menit yang lalu
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
1 jam yang lalu
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
1 jam yang lalu
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
2 jam yang lalu
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved