Perahu Plastik Dukung Penyelamatan Korban Banjir

Rabu, 29 Oktober 2014 - 15:17 WIB
Perahu Plastik Dukung...
Perahu Plastik Dukung Penyelamatan Korban Banjir
A A A
SURABAYA - Salah satu kewajiban lembaga perguruan tinggi adalah melakukan riset dan menghasilkan karya bernilai guna. Kali ini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sukses merancang perahu penyelamat (rescue boat) berbahan plastik. Perahu berbahan plastik ini cocok dimanfaatkan untuk membantu evakuasi korban dari lokasi banjir.

Perahu penyelamat ini merupakan hasil riset mahasiswa dan dosen Jurusan Teknik Perkapalan ITS. “Meski terbuat dari plastik, rescue boat ini teruji aman untuk menolong korban bencana banjir. Desain plastik rescue boat dengan sarat rendah ini sangat cocok digunakan dalam proses evakuasi korban banjir,” tutur Wasis Dwi Aryawan, dosen penggagas perahu inovatif, di kampusnya kemarin.

Menurutnya, ITS bekerja sama dengan perusahaan swasta, CV Pionir Mandiri Jaya, dalam pembuatannya. Bahkan, kini dikembangkan prototipe rescue boat berbahan plastik.

Perahu ini berukuran panjang 2,3 meter, lebar 1,5 meter, tinggi 0,8 meter, dan sarat 0,25 meter. Perahu memiliki kapasitas angkut delapan orang. Prototipe tersebut kemarin diuji stabilitasnya di Laboratorium Hidrodinamika Jurusan Teknik Perkapalan FTK ITS. “Desain plastik rescue boat dengan sarat rendah ini sangat cocok digunakan dalam proses evakuasi korban banjir,” tukasnya.

Berbahan plastik dan berkapasitas delapan orang, kata Wasis, perahu tetap aman digunakan. Bahkan, rasa waswas akan kandasnya perahu tak perlu ada.

Prototipe yang diujicobakan dibuat dengan desain lambung ganda (double hull). Desain ini untuk mengantisipasi sobeknya lambung luar jika terjadi benturan.

Jika lambung luar sobek, perahu tetap bisa mengapung tanpa khawatir tenggelam. Supaya semakin kuat, bagian dalam lambung ganda diisi busa. “Bahan yang ringan dan juga bentuknya seperti kotak menambah keamanan pada perahu ini,” ujar dosen Jurusan Teknik Perkapalan ITS ini.

Dari sisi harga, Wasis menjamin perahu ini jauh lebih murah dibanding perahu karet atau rescue boat. “Ini tepat guna dan bernilai guna buat masyarakat. Nilai lebih perahu, bisa didaur ulang terus-menerus. Lain halnya dengan perahu yang menggunakan bahan fiberglass, meski ringan, bahan tersebut hanya untuk sekali pakai,” jelasnya.

Wasis mengaku, tahapan proses pembuatan yang memakan waktu adalah membentuk cetakan. Perahu dibuat melalui sebuah cetakan sesuai kebutuhan. Panjang, lebar, dantinggi kapal semuanya sudah ditentukan terlebih dahulu lewat pembuatan cetakannya. Pembuatan cetakannya bisa menghabiskan waktu selama seminggu. Namun, setelah cetakan jadi, dalam sehari enam perahu bisa dibuat.

Beberapa perahu yang sama pernah dikirim ke Kabupaten Bojonegoro untuk mendukung evakuasi korban banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Target berikutnya, imbuh Wasis, adalah membuat kapal dengan ukuran lebih panjang. Hingga 10 meter.

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
9 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
17 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
33 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved