Kemarau, Produksi Batu Bata Dikebut

Senin, 27 Oktober 2014 - 16:54 WIB
Kemarau, Produksi Batu...
Kemarau, Produksi Batu Bata Dikebut
A A A
BOJONEGORO - Perajin batu bata merah di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro ngebut memproduksi batu bata merah selama musim kemarau tahun ini. Cuaca yang cukup panas memudahkan para perajin untuk membakar dan menjemur batu bata merah di tepi Sungai Bengawan Solo.

Perajin batu bata merah banyak tersebar di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro. Salah satu sentra kerajinan batu bata merah yakni di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro. Di kawasan ini ada ratusan perajin batu bata merah yang membuat tempat-tempat pembakaran batu bata merah menyerupai rumah kecil di pinggir sungai.

Menurut Suyanto, 45, salah satu perajin batu bata merah di Ledok Kulon, pembuatan batu bata merah kini memang dikebut dari biasanya. Sebab, cuaca yang panas seperti sekarang mudah untuk mengeringkan dan membakar batu bata merah."Mumpung cuaca sedang panas jadi produksi batu bata merah diperbanyak dari biasanya," ujar Suyanto sambil menjemur bahan batu bata yang selesai dicetak.

Para perajin saat ini terus mencetak batu bata hingga musim hujan tiba. Sehingga pada musim hujan nanti, batu bata setengah jadi ini tinggal dibakar dan stok masih melimpah meski cuaca sudah tidak mendukung."Beberapa hari kemarin juga sudah mulai hujan, jadi sekarang diperbanyak lagi. Kalau biasanya buat 500 sampai 1.000 biji sehari, sekarang buat sampai 2.000 biji sehari," katanya.

Selain itu, para perajin batu bata ini juga khawatir akan ancaman banjir yang sudah menjadi langganan di Kabupaten Bojonegoro. Sebab, bahan dasar yang digunakan para perajin untuk membuat batu batainidari tanahliat yangberada di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Saat ini stok batu bata milik para perajin ini melimpah sehingga harga terbilang cukup murah yakni Rp350 per biji. Namun jika musim hujan tiba, harga batu bata ini bisa mencapai harga Rp600 per biji. Meski dikerjakan secara dikebut, namun para perajin mengaku tetap mengutamakan kualitas batu batanya.

Sentra kerajinan batu bata lainnya yakni di kawasan Desa Dukoh Lor, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Para perajin di kawasan ini kini juga mengebut pembuatan batu bata merah. Mereka mengambil bahan baku berupa tanah liat endapan Sungai Bengawan Solo lalu diolah dan dicetak menjadi ukuran tertentu. Selanjutnya, batu bata itu dijemur hingga kering dan dibakar dengan sekam kulit padi. Proses pembakaran itu bisa berlangsung selama sehari semalam.

Menurut Lusiyanto, perajin batu bata di Dukoh Lor, cuaca yang panas seperti sekarang memang mendukung dan memudahkan produksi batu bata merah. Selain bahan bakunya mudah didapat karena Sungai Bengawan Solo sedang menyusut, proses pengeringan dan pembakaran batu bata juga lebih cepat. “Kualitas batu bata merah saat musim kemarau seperti ini memang lebih bagus ketimbang saat musim hujan,” ujarnya.

Muhammad roqib
(bbg)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Albert Einstein: Perang...
Albert Einstein: Perang Dunia IV Pakai Pedang dan Batu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved