Jalur Yogya-Wonosari Terancam Putus

Selasa, 21 Oktober 2014 - 05:11 WIB
Jalur Yogya-Wonosari...
Jalur Yogya-Wonosari Terancam Putus
A A A
BANTUL - Jalur Yogya-Wonosari yang merupakan akses utama kendaraan bermotor ke Kabupaten Gunungkidul terancam putus. Beberapa badan jalan tepatnya di Bukit Bintang atau kawasan nongkrong di perbukitan Hargodumilah, Desa Srimartani, mulai retak. Bahkan, separuh badan jalan sudah mulai menurun permukaannya, sekitar 20-30 cm dari posisi semula.

Bu Mar (62), warga yang telah tinggal di daerah Bukit Bintang tersebut sejak 20 tahun lalu membenarkan posisi permukaan jalan di depan rumahnya turun atau ambles. Separuh jalan selebar 9 meter ini terlihat melengkung, tidak datar lagi. Trotoar yang dibangun di sepanjang talud pembatas jalan sudah terlihat mengambang, tidak menyatu lagi dengan badan jalan.

"Dulu itu rata, sekarang jalannya melengkung," ujarnya, Senin (20/10/2014).

Menurut Mar, amblesnya permukaan jalan tersebut akibat ratusan kendaraan bertonase besar melintas di atasnya. Jalur di Bukit Bintang ini menjadi satu-satunya jalan yang dapat dilintasi kendaraan besar dari dan menuju ke kawasan Gunungkidul. Keadaan semakin parah karena belakangan volume kendaraan besar semakin meningkat seiring berkembangnya pariwisata di Gunungkidul.

Mar sebenarnya mengaku tidak khawatir. Namun, tetap saja berharap agar pemerintah memperhatikan kondisi jalan tersebut. Sebab, jalan lebar di depan rumahnya tersebut merupakan proyek pengurukan jurang yang berada di samping jalan. Jurang sedalam 20 meter lebih tersebut sebelumnya longsor ketika gempa bumi 2006.

"Dulu itu jurang isinya pohon-pohon. Terus sekarang diuruk dan didirikan talud," ujarnya.

Menurut Mar, ribuan kendaraan melintas di atasnya mulai dari sepeda motor, mobil, tangki, bus hingga tonase besar setiap harinya. Terlebih ketika akhir pekan dan malam liburan, ratusan orang sering nongkrong di atasnya, bahkan ketika tahun baru sampai memacetkan jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengatakan, kondisi jalan itu sebenarnya bukan wilayah kerjanya. Hanya saja ia mengakui kawasan Bukit Bintang merupakan wilayah rawan longsor, karena sebagian perbukitan Piyungan merupakan wilayah rawan longsor, termasuk kawasan Bukit Bintang.

"Di sana tanahnya labil. Unsur tanahnya sebagian merupakan lempung, sehingga tidak terlalu kuat, terlebih ketika hujan turun."
(zik)
Berita Terkait
Tak Kunjung Diperbaiki,...
Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Poros Antang Kian Memprihatinkan
Mirip Kubangan Kerbau,...
Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Tani Raya Pringsewu Dikeluhkan Warga
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Jalan Pematangsiantar Menuju Tapanuli Terancam Amblas
Rusak Parah, 8 Titik...
Rusak Parah, 8 Titik Jalan Trans Merauke-Tanah Merah Sebabkan Kemacetan
Usai Digenangi Banjir,...
Usai Digenangi Banjir, Jalan Trans Provinsi di Wajo Rusak Parah
Warga Keluhkan Jalan...
Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dua Desa di Lutra yang Rusak Parah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
5 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved