PKL Unit 37 Malioboro Seragamkan Tenda

Jum'at, 26 September 2014 - 00:03 WIB
PKL Unit 37 Malioboro...
PKL Unit 37 Malioboro Seragamkan Tenda
A A A
YOGYAKARTA - Khawatir direlokasi dari tempat usahanya, 86 Pedagang Kaki Lima (PKL) anggota PPKLY Unit 37 Malioboro melakukan penataan. Dana ratusan juta dikeluarkan untuk menyeragamkan tenda dan membuat pakaian adat.

Penataan tersebut menjadi tindak lanjut munculnya kekhawatiran aktivitas para PKL akan dipindah jika upaya revitalisasi Malioboro direalisasikan.

"Kita siap menata diri dengan swadaya seperti yang dilakukan kali ini. Tapi tidak siap untuk direlokasi," tandas Ketua PPKLY Wawan Suhendar, Kamis (25/9/2014).

Tenda tempat 86 PKL yang berada di ruang sepanjang 50 meter di sisi selatan Pasar Beringharjo tersebut disulap menjadi warna merah. Tiang tenda diseragamkan warnanya menjadi berwarna biru.

Penataan dilakukan dengan melakukan penyusutan luasan ruang berdagang dari kelompok yang memiliki usaha mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan tangan tersebut. Ruang jalan yang semula hanya memiliki lebar 1,5 meter, setelah penataan yang dilakukan secara swadaya, kini memiliki lebar dua meter.

"Penyusutan kita lakukan untuk lebih memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk berbelanja. Ini bagian dari upaya pemberian kenyamanan bagi semua," tambah Wawan.

Sementara, untuk mendukung Malioboro sebagai ikon pariwisata, para pedagang di Kelompok 37 Malioboro tersebut sepakat untuk mengenakan pakain adat. Penggunaan baju yang biasa disebut peranakan tersebut mengikuti agenda Pemkot Yogyakarta setiap hari Kamis Pahing.

"Tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada usulan nanti setiap akhir pekan mengenakan pakaian adat kita juga akan menggunakannya," tandas sesepuh PKL Unit 37 Malioboro Maryono.

Lelaki pedagang bakso tersebut mengatakan, penataan diri yang digagas secara swadaya oleh kelompoknya merupakan jawaban dari keluhan yang masuk ke pedagang. Dari beberapa kali pertemuan, termasuk ketika berkumpul di UPT Malioboro, banyak masukan yang menyebutkan PKL terlihat kumuh dan kotor.

Dengan penataan diri yang dilakukan, diharapkan imej PKL kotor dan kumuh bisa dihilangkan. Sehingga upaya untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga dapat berjalan maksimal.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang diminta meresmikan penataan mandiri para PKL memberikan apresiasi atas upaya para pedagang. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan warga Yogyakarta adalah warga yang istimewa termasuk para pedagang di Malioboro.

Upaya penataan diri secara swadaya, disebutnya menjadi bukti bahwa apa pun bisa dilakukan asal ada niat. "Kalau ada niat dan mau semuanya pasti dilakukan. Kalau hanya niat tapi tidak dilakukan, ya tidak akan bisa. Ini bukti nyata bahwa penataan dilakukan secara swadaya juga bisa," tandas Haryadi.
(zik)
Berita Terkait
Agar Lebih Aman, Ikuti...
Agar Lebih Aman, Ikuti Prokes Jajan Makanan di Kaki Lima
120 Los Kanre Rong Disegel...
120 Los Kanre Rong Disegel Karena Menunggak Iuran Listrik
Curhat Pedagang Pecel...
Curhat Pedagang Pecel Lele dan Mi Ayam Terkait Pengetatan Jam Malam
Kerap Dijadikan Lokasi...
Kerap Dijadikan Lokasi Pesta Miras, Lapak PKL Dibongkar Satpol PP
Wakil Bupati Bone Minta...
Wakil Bupati Bone Minta PKL Bantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi
Usaha Terpuruk Akibat...
Usaha Terpuruk Akibat PPKM Darurat, PKL Tamansari Salatiga Berduka
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
8 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
9 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
9 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
15 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
16 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
Rusia Produksi Massal...
Rusia Produksi Massal Tank T-80 hingga 100 Unit per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved