Ribuan Pendaki Bakal Padati Boyolali

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 16:03 WIB
Ribuan Pendaki Bakal...
Ribuan Pendaki Bakal Padati Boyolali
A A A
BOYOLALI - Ribuan pecinta alam yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia bakal melakukan pendakian massal di Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang berada di wilayah Boyolali.

Pendakian masal itu dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia di puncak gunung tersebut.

Komandan Search And Recue (SAR) Boyolali, Kurniawan Fajar, menyebutkan sesuai prediksi ribuan pecinta alam bakal melakukan pendakian di dua gunung itu melalui Pos pendakian Selo Boyolali.

Ribuan pendaki itu datang ke Boyolali, setelah pendakian Gunung Slamet yang berada di Purbalingga ditutup karena gunung itu meningkat aktivitasnya.

“Kemungkinan yang merencanakan naik ke Gunung Slamet bakal beralih ke Gunung Merapi dan Merbabu, sehingga nanti diprediksi ada ribuan,” ujarnya, Jumat siang (15/8/2014).

Dia mengatakan, kondisi terakhir dua gunung tersebut menurutnya sangat layak untuk didaki oleh para pecinta alam.

Tidak ada kendala yang berarti pada dua jalur pendakian gunung tersebut, cuaca juga sangat cerah dan mendukung untuk dilakukannya pendakian secara masal.

Dengan kondisi itu menurutnya para pendaki tidak akan mengalami kesulitan saat akan merayakan hari kemerdekaan di Puncak Merapi ataupun Merbabu.

“Cuacanya sangat bagus, kalau dari puncak akan kelihatan dengan pemandangan yang ada di sekitarnya,” imbuhnya.

Meskipun demikian, pihaknya menghimbau kepada para pendaki untuk tetap menjaga kewaspadaan mereka ketika berada di puncak gunung.

Apalagi kondisi alam tidak dapat diprediksi dengan jelas, dengan kewaspadaan tinggi jika nanti ada masalah akan mudah terselesaikan.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga bakal menerjunkan sekitar 45 personel untuk bertugas di dua gunung tersebut.

Para personel itu akan berpatroli di sekitar jalur pendakian dan di kawasan puncak. Dengan seperti itu kata dia jika ada yang membutuhkan bantuan, para pendaki tinggal menghubungi para petugas yang ada di lapangan.

Sementara itu salah seorang pendaki asal Kota Solo, Mulato Ishaan, menyebutkan Gunung Merapi memang menjadi pilihan setelah ditutupnya jalur pendakian Gunung Slamet.

Ia mengatakan Gunung Merapi dipilih waktu pendakiannya sangat pendek dan cepat. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai puncak.

“Pilihannya jatuh ke Merapi, setelah Slamet ditutup, kalau ke Lawu terlalu lama waktu tempuhnya,” ucapnya.
(sms)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
10 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
7 jam yang lalu
Infografis
Iran Luncurkan Kota...
Iran Luncurkan Kota Rudal Bawah Tanah Berisi Ribuan Rudal Presisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved