Penutupan Lokalisasi Dolly Bikin Cemas Pemkab Blitar

Kamis, 12 Juni 2014 - 23:28 WIB
Penutupan Lokalisasi...
Penutupan Lokalisasi Dolly Bikin Cemas Pemkab Blitar
A A A
BLITAR - Pemerintah Kabupaten Blitar mencemaskan dampak penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya. Sebab, dari data Dinas Sosial Surabaya, ada sebanyak 47 warga Kabupaten Blitar yang menjadi penghuni tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Pemkab Blitar Romelan, dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya sudah memutuskan pulang ke kampung halaman. "Artinya kepulangan ini yang perlu diantisipasi. Apakah mereka tetap beraktivitas seperti pekerjaan lamanya atau berubah," ujar Romelan kepada wartawan, Kamis (12/6/2014).

Sementara, bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, penutupan Dolly sudah final. Praktik esek-esek legal yang menjadi sumber mata pencaharian sebagian orang, termasuk upeti sejumlah golongan tersebut, harus bersih dari Kota Pahlawan.

Meski muncul resistensi atau perlawanan dari pihak yang merasa dirugikan, kepala daerah besutan PDI Perjuangan tersebut tidak gentar. Risma tetap berkeras hati menerapkan kebijakannya. Mulai 18 Juni 2014, seluruh penghuni wisma yang bercokol di sepanjang jalan, gang ataupun lorong, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, harus angkat kaki.

Setiap eks Pekerja Seks Komersial (PSK) Dolly, kata Romelan, akan memperoleh santunan sebesar Rp5 juta. Nominal bantuan tersebut terperinci atas item modal Rp3 juta, subsidi hidup selama tiga bulan dengan setiap bulan Rp600 ribu, serta biaya transportasi sebesar Rp250 ribu per orang. "Bantuan tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur," terang Romelan.

Mengingat pemberantasan prostitusi tidak mudah, Romelan khawatir para eks penghuni Dolly tetap melakukan praktik yang sama di daerah masing masing, khususnya Blitar. Mereka bisa saja secara terselubung berkedok salon kecantikan. Kemudian juga beralih profesi sebagai pemandu lagu (purel) yang menawarkan jasa plus. "Karenanya, sebagai antisipasi kita akan melakukan pendataan, termasuk melakukan pembinaan lanjutan serta pengawasan," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
54 menit yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
1 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
1 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
7 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
8 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
10 jam yang lalu
Infografis
Penampakan Jet Tempur...
Penampakan Jet Tempur 3 Mesin Tanpa Ekor Milik China Bikin Heboh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved