Sumur di DIY bakal dijernihkan pasca abu vulkanik Kelud
Sabtu, 08 Maret 2014 - 20:11 WIB
Sumur di DIY bakal dijernihkan pasca abu vulkanik Kelud
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyediakan 10.000 liter atau 500 galon Poly Aluminum Chlorid (PAC) untuk penjernihan sumur galian akibat dampak hujan abu vulkanik Gunung Kelud.
Kepala BPBD DIY Gatot Saptadi mengatakan, setiap kabupaten/kota mendapatkan 100 galon PAC, hanya Kota Yogyakarta hanya didrop 40 galon PAC. Alasannya warga Kota Yogyakarta sudah banyak yang menggunakan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
"PAC akan didistribusikan ke penduduk oleh petugas sanitarian Puskesmas,'' katanya, Sabtu (8/3/2014).
Menurut dia, Saat ini baru dilakukan distribusi PAC oleh petugas dari Puskesmas. ''Kami akan melakukan evaluasi mengenai hal itu akhir Maret ini,'' ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Daryanto Chadorie mengatakan setiap kabupaten/kota di DIY memang hanya sekitar 50 sumur galian yang akan diambil sampelnya untuk diperiksa. Namun sumur galian yang diberi PAC bisa lebih dari itu dan tergantung ketersediaan PAC.
Dia memastikan, ada langkah yang dilakukan untuk penjernihan sumur galian. BPBD DIY menyiapkan logistik berupa PAC untuk penjernihan air yang eksekusinya dilakukan oleh bidang kesehatan kabupaten/kota. "BPBD yang menyiapkan PAC, dinas kesehatan yang mengeksekusinya," ungkapnya.
Daryanto mengatakan, petugas yang mengambil sampel sumur diserahkan ke petugas sanitrian Puskesmas. Mereka yang akan mendata sumur galian di mana saja yang perlu PAC.
''Jadi sumur galian yang diberi PAC itu harus ada pendampingan dari petugas sanitarian Puskesmas. Karena proses penjernihan dengan PAC tersebut tidak mudah,'' tuturnya.
Kepala BPBD DIY Gatot Saptadi mengatakan, setiap kabupaten/kota mendapatkan 100 galon PAC, hanya Kota Yogyakarta hanya didrop 40 galon PAC. Alasannya warga Kota Yogyakarta sudah banyak yang menggunakan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
"PAC akan didistribusikan ke penduduk oleh petugas sanitarian Puskesmas,'' katanya, Sabtu (8/3/2014).
Menurut dia, Saat ini baru dilakukan distribusi PAC oleh petugas dari Puskesmas. ''Kami akan melakukan evaluasi mengenai hal itu akhir Maret ini,'' ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Daryanto Chadorie mengatakan setiap kabupaten/kota di DIY memang hanya sekitar 50 sumur galian yang akan diambil sampelnya untuk diperiksa. Namun sumur galian yang diberi PAC bisa lebih dari itu dan tergantung ketersediaan PAC.
Dia memastikan, ada langkah yang dilakukan untuk penjernihan sumur galian. BPBD DIY menyiapkan logistik berupa PAC untuk penjernihan air yang eksekusinya dilakukan oleh bidang kesehatan kabupaten/kota. "BPBD yang menyiapkan PAC, dinas kesehatan yang mengeksekusinya," ungkapnya.
Daryanto mengatakan, petugas yang mengambil sampel sumur diserahkan ke petugas sanitrian Puskesmas. Mereka yang akan mendata sumur galian di mana saja yang perlu PAC.
''Jadi sumur galian yang diberi PAC itu harus ada pendampingan dari petugas sanitarian Puskesmas. Karena proses penjernihan dengan PAC tersebut tidak mudah,'' tuturnya.
(sms)