Kadesnya batal dilantik, warga Akomi rusak kantor desa
Sabtu, 08 Maret 2014 - 17:43 WIB
Kadesnya batal dilantik, warga Akomi rusak kantor desa
A
A
A
Sindonews.com - Merasa kecewa lantaran kadesnya batal dilantik Bupati, ratusan warga Desa Akomi, Kecamatan Miomafo Tengah, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), merusak kantor desa setempat.
Sebagian warga yang kecewa karena sudah melakukan persiapan sejak kemarin mulai tersulut emosi dan menghancurkan lokasi pelantikan. Pengrusakan terjadi dengan merusak dinding kantor desa serta merusak sejumlah kursi dan membakar papan palang Desa Akomi.
Satu peleton Dalmas dari Kepolisian Resor Timor Tengah Utara pun diterjunkan ke lokasi untuk bisa meredam amarah massa.
"Kami minta warga agar tidak melakukan tindakan anarkis," pinta Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Suparwitha, Sabtu (8/3/2014).
Sesuai jadwal pelantikan, hari ini Bupati TTU Raymundus Fernandes sedianya akan menyambangi wilayah mereka. Namun karena mendapatkan kunjungan dari Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kefamenanu, acara yang mereka nantikan itu terpaksa ditunda.
“Tadi camat datang menginformasikan pelantikan dibatalkan karena ada kunjungan Gubernur. Padahal, kami seudah diap sejak kemarin. Lagi pula, ini pembatalan yang ketiga kalinya. Ada apa sebetulnya?" tanya Kades Akomi terpilih, Arnoldus Bana, di Desa Akomi.
Sejumlah warga yang masih tidak puas mengancam akan memboikot pemilu legislatif April mendatang jika kades mereka tidak segera dilantik sebelum pemilu.
Sebagian warga yang kecewa karena sudah melakukan persiapan sejak kemarin mulai tersulut emosi dan menghancurkan lokasi pelantikan. Pengrusakan terjadi dengan merusak dinding kantor desa serta merusak sejumlah kursi dan membakar papan palang Desa Akomi.
Satu peleton Dalmas dari Kepolisian Resor Timor Tengah Utara pun diterjunkan ke lokasi untuk bisa meredam amarah massa.
"Kami minta warga agar tidak melakukan tindakan anarkis," pinta Kapolres TTU, AKBP I Gede Mega Suparwitha, Sabtu (8/3/2014).
Sesuai jadwal pelantikan, hari ini Bupati TTU Raymundus Fernandes sedianya akan menyambangi wilayah mereka. Namun karena mendapatkan kunjungan dari Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kefamenanu, acara yang mereka nantikan itu terpaksa ditunda.
“Tadi camat datang menginformasikan pelantikan dibatalkan karena ada kunjungan Gubernur. Padahal, kami seudah diap sejak kemarin. Lagi pula, ini pembatalan yang ketiga kalinya. Ada apa sebetulnya?" tanya Kades Akomi terpilih, Arnoldus Bana, di Desa Akomi.
Sejumlah warga yang masih tidak puas mengancam akan memboikot pemilu legislatif April mendatang jika kades mereka tidak segera dilantik sebelum pemilu.
(rsa)