Tarik ulur kursi panas Plt Sekkot Makassar

Selasa, 03 Desember 2013 - 01:20 WIB
Tarik ulur kursi panas...
Tarik ulur kursi panas Plt Sekkot Makassar
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum bersikap terkait kekosongan jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) sejak 1 Desember 2013. Calon tuggal pelaksana tugas (Plt) Sekkot Sittiara yang diajukan Pemkot Makassar ditolak Pemprov Sulsel dengan alasan tidak objektif.

Pemprov meminta pemkot mengusulkan ulang calon selain Sittiara. Namun, pascakeluarnya surat penolakan pemprov tertanggal 28 November yang ditandatangani Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang, pemkot belum mengajukan calon lain. Praktis kendali pemerintahan Pemkot Makassar, dijalankan para asisten.

Sebab disaat bersamaan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berada di Jakarta dan Surabaya. Sedangkan Wakil Wali Kota Supomo Guntur semakin jarang masuk di ruang kerjanya, di Balai Kota Makassar pasca Pilkada Makassar September 2013.

Informasi yang berkembang di kalangan pejabat Pemkot Makassar, Ilham akan memasang badan agar Sittiara yang dipilih jadi Plt. Di satu sisi, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara pribadi tidak suka dengan Sittiara.

"Kita tunggu pak wali kota, sebentar malam sudah ada (kemarin). Dan besok (hari ini) sudah ada keputusan soal itu," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar HM Kasim Wahab, kepada wartawan di Makassar, Senin (2/12/2013).

Dia tambahkan dia, penolakan pemprov sudah dikoordinasikan dengan wali kota melalui saluran telepon. Hanya saja, Ilham belum bersikap. "Besok (hari ini) sudah ada jalan keluar. Apakah (pemkot) mengusulkan nama baru atau tidak, dengan konsekuensi stagnan," terangnya.

Kasim yang juga Sekretaris Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkot Makassar mengemukakan, dampak dari kekosongan Sekkot dikomunikasikan secara lisan dengan Sekda Sulsel Andi Muallim.

"Muallim, meminta pemkot mengusulkan nama baru calon Plt Sekkot diluar nama tiga calon Sekkot difinitif," terangnya.

Satu bulan lalu, Ilham mengusulkan calon Sekkot definitif dari pejabat tinggi Pemkot Makassar antara lain, Asisten I Sittiara, Asisten II Ibrahim Saleh, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Syahrir Sappile.

Sementara, Sittiara yang ditemuai di ruang kerjanya menyebut penolakan pemprov atas dirinya tidak berdampak pada pelayanan adminstrasi di Pemkot Makassar. Meski ditolak, Sittiara banyak melaksanakan tugas-tugas Sekkot.

"Tidak ada dampaknya, pelayanan administrasi tetap berjalan seperti biasa. Saat Pak Sekda tidak ada di tempat, asisten yang ambil alih. Layaknya saat Pak Agar masih menjabat, saat dia keluar daerah asisten yang menggantikan," jelasnya.

Meski demikian, Sittiara mengakui kekosongan jabatan Sekkot akan berdampak pada pelayanan administrasi keuangan. Menurut dia, pencairan anggaran seperti gaji pegawai dan tagihan kepada rekanan hanya boleh ditandatangani Sekkot sebagai penguasa anggaran.
(san)
Berita Terkait
Penindakan Mal yang...
Penindakan Mal yang Abai Protokol Kesehatan Harus Bersifat Kontinu
Dewan Desak Pemkot Makassar...
Dewan Desak Pemkot Makassar Kejar Aset PSU dari Pengembang Perumahan
Masyarakat Kurang Mampu...
Masyarakat Kurang Mampu di Makassar Difasilitasi Bantuan Hukum
Dewan Bakal Kaji Kerugian...
Dewan Bakal Kaji Kerugian Penggunaan Fasum di Pasar Segar
PAD Minim, TPP ASN Pemkot...
PAD Minim, TPP ASN Pemkot Makassar Terancam Dipangkas
Pemkot Kehilangan Aset,...
Pemkot Kehilangan Aset, Kantor BPR Diambil Alih Pihak Ketiga
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
9 jam yang lalu
Infografis
Konflik Makin Panas,...
Konflik Makin Panas, AS Kerahkan Bom Nuklir Modern ke Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved