Warga Yogya kecewa dokter mogok kerja

Rabu, 27 November 2013 - 15:50 WIB
Warga Yogya kecewa dokter...
Warga Yogya kecewa dokter mogok kerja
A A A
Sindonews.com - Pasien Rumah Sakit Kota Yogyakarta atau RS Wirosaban harus gigit jari. Pasalnya, aksi solidaritas dokter di RS milik pemerintah itu membuat pasien harus mengurungkan niat mendapat pelayanan. Sebab, semua pelayanan disetop selain untuk pasien dengan jaminan, dan darurat.

Triyani (24), warga asal Gedong Kuning mengaku kecewa karena tidak bisa memeriksakan kondisi kakinya setelah mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Apalagi, sehari sebelumnya dia mendapat informasi bahwa hari ini dokter tetap melayani pasien.

“Ternyata setelah datang ke sini malah tidak bisa. Katanya aksi solidaritas, padahal kemarin katanya hari ini bisa. Saya kan repot jadinya. Apalagi ini juga kontrol pertama setelah keluar RS. Harusnya enggak perlu mogoklah,” kata Triyani, Rabu (27/11/2013).

Senada dialami Evi, pasien yang mendatangi dokter kulit ini harus kecewa karena tidak bisa dilayani. Namun Evi mengaku tetap akan mencari rumah sakit lain yang bisa memberikan pelayanan.

“Butuhnya hari ini, jadi tidak mungkin ditunda sampai besok,” ucapnya.

Aksi mogok praktik di RS Kota Yogya dimulai pukul 09.00 pagi. Aksi diawali pengumuman kepada seluruh pasien yang ada, kemudian membacakan surat edaran dari IDI dan dilanjutkan dengan membaca doa bersama.

Direktur RSUD Kota Yogya, Tuty Setyawati, mengatakan, dokter di RS yang dipimpinnya tetap akan melayani pasien tidak mampu yang menggunakan kartu jaminan serta pasien gawat darurat. Pelayanan juga diberikan kepada pasien rujukan.

“Misalnya untuk rujukan rontgen tetap dilayani, juga rujukan lain. Tapi untuk membaca hasil dari lab misalnya dilakukan keesokan harinya karena tidak ada petugasnya. Semua dokter mengenakan pita hitam dan pin tolak kriminalisasi dokter,” kata dia.
(rsa)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
5 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved