Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Senin, 06 Februari 2023 - 11:36 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Fadli. Foto: Dede/SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera memanggil pihak RS Muhammadiyah Palembang, karena dugaan malapraktik menggunting jari kelingking bayi hingga putus.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Fadli mengatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil manajemen RS Muhammadiyah Palembang, untuk melakukan klarifikasi.
"Kejadian ini sangat disayangkan dan memprihatinkan, karena keteledoran tenaga kesehatan membuat seorang bayi harus cacat seumur hidup. Sungguh miris, ada perawat bisa melakukan kesalahan fatal seperti itu," ujar Syaiful Fadli, kepada wartawan, Senin (6/2/2023).
Baca juga: Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Meskipun terdapat unsur ketidaksengajaan yang dilakukan oknum perawat tersebut, lanjut Syaiful, namun DPRD Provinsi Sumsel akan meminta langsung klarifikasi dan penjelasan dari pihak rumah sakit.
"Tentu kami akan meminta klarifikasi dan penjelasan," jelasnya.
Menurut Syaiful, pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh tenaga nakes, khususnya perawat sudah menjalankan tugasnya sesuai prosedur atau memang murni keteledoran.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Fadli mengatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil manajemen RS Muhammadiyah Palembang, untuk melakukan klarifikasi.
"Kejadian ini sangat disayangkan dan memprihatinkan, karena keteledoran tenaga kesehatan membuat seorang bayi harus cacat seumur hidup. Sungguh miris, ada perawat bisa melakukan kesalahan fatal seperti itu," ujar Syaiful Fadli, kepada wartawan, Senin (6/2/2023).
Baca juga: Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Meskipun terdapat unsur ketidaksengajaan yang dilakukan oknum perawat tersebut, lanjut Syaiful, namun DPRD Provinsi Sumsel akan meminta langsung klarifikasi dan penjelasan dari pihak rumah sakit.
"Tentu kami akan meminta klarifikasi dan penjelasan," jelasnya.
Menurut Syaiful, pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh tenaga nakes, khususnya perawat sudah menjalankan tugasnya sesuai prosedur atau memang murni keteledoran.
Lihat Juga :