Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Selasa, 31 Januari 2023 - 20:20 WIB
loading...
Ilustrasi bayi. Foto: Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Seorang bayi berusia 13 bulan diduga menjadi korban malapraktik. Dugaan malapraktik itu, terjadi di salah satu rumah sakit di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Jonatan Albert Kristian (30), orang tua korban mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat. Namun hingga setahun kasus itu berselang hingga kini tidak ada respons.
"Dugaan malapraktik ini terjadi pada awal Januari 2022. Saat itu, anak saya sakit demam dan pilek. Saya lalu membawanya ke rumah sakit di Jalan Pekayon, Kota Bekasi," katanya, Selasa (31/1/2023).
Baca juga: Cucunya Meninggal dalam Kandungan, Kades di Sidoarjo Laporkan Oknum Dokter Dugaan Malapraktik
Setibanya di rumah sakit, korban diberi obat antibiotik. Di botolnya tertulis pemberian obat 3/4 botol tiga kali sehari.
"Karena curiga, saya mencoba mengkonfirmasi kembali petugas farmasinya. Bahkan, konfirmasi itu saya lakukan tiga kali. Tetapi selama tiga hari minum obat itu, anak saya tidak mau makan dan minum," jelasnya.
Bahkan, sang anak menjadi sering muntah-muntah. Tidak hanya itu, korban juga sulit tidur. Akhirnya, Jonatan pergi lagi ke rumah sakit dan menanyakan obat itu lagi. Ternyata, dosis obat antibiotik itu salah.
Jonatan Albert Kristian (30), orang tua korban mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat. Namun hingga setahun kasus itu berselang hingga kini tidak ada respons.
"Dugaan malapraktik ini terjadi pada awal Januari 2022. Saat itu, anak saya sakit demam dan pilek. Saya lalu membawanya ke rumah sakit di Jalan Pekayon, Kota Bekasi," katanya, Selasa (31/1/2023).
Baca juga: Cucunya Meninggal dalam Kandungan, Kades di Sidoarjo Laporkan Oknum Dokter Dugaan Malapraktik
Setibanya di rumah sakit, korban diberi obat antibiotik. Di botolnya tertulis pemberian obat 3/4 botol tiga kali sehari.
"Karena curiga, saya mencoba mengkonfirmasi kembali petugas farmasinya. Bahkan, konfirmasi itu saya lakukan tiga kali. Tetapi selama tiga hari minum obat itu, anak saya tidak mau makan dan minum," jelasnya.
Bahkan, sang anak menjadi sering muntah-muntah. Tidak hanya itu, korban juga sulit tidur. Akhirnya, Jonatan pergi lagi ke rumah sakit dan menanyakan obat itu lagi. Ternyata, dosis obat antibiotik itu salah.
Lihat Juga :