Diduga ada calo penyelewengan bansos Pemkab Karawang

Senin, 30 September 2013 - 17:22 WIB
Diduga ada calo penyelewengan...
Diduga ada calo penyelewengan bansos Pemkab Karawang
A A A
Sindonews.com - Kejaksaan Negeri Karawang mensinyalir adanya 'calo' dalam dugaan penyelewengan bantuan sosial (Bansos) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

Hal tersebut terungkap setelah kejaksaan melakukan konfirmasi kepada 110 kelompok penerima bantuan hibah tersebut.

"Adanya 'calo' bansos kemungkinan memang terjadi, akan tetapi kita terus mendalami kasus dugaan penyelewengan dana tersebut dengan melakukan konfirmasi kepada semua pihak terkait," ujar Kasi Intel Kejaksaan, Faisol yang di temui di Jalan Jaksa R.Soeprapto, Kabupaten Karawang, Senin (30/9/2013).

Dikatakan, berdasar pengakuan para penerima bansos, terungkap banyak kelompok yang mengaku hanya meng-copy paste data yang sudah ada di computer rental. "Mereka mengaku hanya mengganti nama kelompok saja," katanya.

Selain itu, lanjutnya, ada kelompok penerima bansos yang berasal dari Desa Bojong Kecamatan Rengasdengklok yang mengaku tidak pernah membuat proposal maupun menerima bantuan dari Pemkab Karawang.

"Tapi data mereka tercantum dalam penerima hasil dari data dari pemkab Karawang, oleh sebab itu kami terus mendalami kasus ini," tandasnya.

Dijelaskan, para penerima bansos tersebut kebanyakan diajak oleh orang partai dan anggota DPRD untuk menerima bantuan dari pemerintah. "Sampai saat ini mereka (penerima bansos) tidak mengakui jika ada uang pemotongan dari partai maupun kepala desa dan camat," tuturnya.

Kendati begitu pihaknya mengaku tidak ingin menduga-duga terkait adanya 'calo' ataupun penyimpangan. Tapi pihak kejaksaan sedang mengumpulkan semua keterangan dan bukti untuk mendapatkan kesimpulan.

"Kita sudah memanggil 110 penerima dari 2.500 lebih penerima. Oleh sebab itu kita ingin konfirmasi terlebih dahulu mereka sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya," katanya.

Menurutnya, pihaknya juga melakukan pemeriksaan untuk kepala desa dan camat. Untuk saat ini kepala desa yang dimintai konfirmasi baru ada lima desa, antara lain Kelurahan Karang Pawitan, Nagasari, Karawang Kulon, Tunggak Jati dan Tanjung Pura.

"Kita juga masih akan melakukan pemanggilan kepada kepala desa atau lurah lain yang berada diwilayah karawang kota," ungkapnya.

Dikatakan juga, banyak juga temuan tentang tidak adanya laporan pertanggung jawaban, sampai adanya enam kelompok penerima bansos yang diduga fiktif karena ketua kelompoknya tidak menyadari jika dirinya tidak membuat dan mengajukan proposal.

"Kami juga heran nama kelompok dan penerima tidak singkron," terangnya.
(lns)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved