Tragedi OKU diharapkan jadi bahan introspeksi Polri

Sabtu, 09 Maret 2013 - 13:44 WIB
Tragedi OKU diharapkan...
Tragedi OKU diharapkan jadi bahan introspeksi Polri
A A A
Sindonews.com - Pengamat kepolisian, Komisaris Besar (Purn) Alfons Loemau berharap, tragedi pembakaran yang terjadi di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dijadikan bahan pembelajaran Polri. Pasalnya, itu merupakan buntut dari lambannya penanganan kasus penembakan anggota TNI AD di Mapolres OKU.

"Masalah OKU harus jadi intropeksi di internal Polri. Apakah tindakan saat pelanggaran lalin (lalu lintas) sudah tepat dengan menembak sasaran, ini kan pelanggaran bukan kejahatan yang mana nilainya lebih kecil," katanya dalam diskusi polemik Sindo Radio bertema 'Cerita Lama Polisi dan Tentara' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2013).

Dia menambahkan, masalah lain yang harus menjadi agenda pembelajaran Polri adalah ketepatan waktu penggunaan senjata api.

"Kedua masalah teknis kapan harus cabut senjata kapan pistol itu dipakai. Jangan hanya trigger ini polisi merasa dihina langsung main tembak, apalagi ini dengan aparat akhirnya seperti ini," tukasnya.

Menurut dia, kesiapan mental polisi dalam menggunakan senjata api (senpi) juga harus dapat dipahami oleh semua anggota polisi. "Apakah mereka sudah dalam keadaan terancam tetapi sudah main tembak," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pembakaran terhadap Mapolres OKU merupakan akibat lambannya pihak polisi dalam menangani kasus pembunuhan anggota TNI AD Yon Armed, Pratu Heru Oktavianus yang dilakukan oknum Polisi Lalulintas Polres OKU, Brigadir Wijaya, Minggu 27 Januari lalu.

TNI mendatangi Mapolres dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan satu unit truk. Tiba-tiba mereka menutup jalan dan meminta warga sekitar untuk bubar tidak mendekat, dan kemudian masuk ke Mapolres. Karena mendapat informasi akan melakukan aksi damai, para oknum Yon Armed diterima Kabagops Polres OKU, Kompol Afriya Jaya.

Tidak tahu kenapa, tiba-tiba ada anggota oknum Yon Armed melempar batu ke kaca Traffic Management Center (TMC). Kemudian, mereka masuk kedalam ruangan dan menghancurkannya. Serta membakar mobil Suzuki Carry yang terparkir di halaman Mapolres.

Selanjutnya, disusul pembakaran gedung Satuan Pebinaan masyarakat (Sat Binmas). Kobaran api membesar dan menjalar keseluruh gedung Mapolres, terutama gedung utama. Hanya, gedung Satuan Narkoba saja yang kerusakannya tidak terlalu parah.
(mhd)
Berita Terkait
Korban Penyerangan,...
Korban Penyerangan, Kondisi Wakapolres Karanganyar dan Sopirnya Membaik
Pelaku Penyerangan Wakapolres...
Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar Tewas Setelah Ditembak 3 Kali
Rusak Diserang Massa,...
Rusak Diserang Massa, Polisi dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Mapolsek Sugai Pagu
Wakapolres Karanganyar...
Wakapolres Karanganyar Selamat dari Serangan OTK
Briptu Mario Sanoy Gugur...
Briptu Mario Sanoy Gugur Dibunuh di Dalam Pos Polisi yang Diserang Sejumlah Orang
Penjagaan Diperketat...
Penjagaan Diperketat Usai Penyerangan Polisi di Cemoro Kandang
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved