Mark-up proyek air bersih di Malut 'terendus' Kejati

Jum'at, 01 Februari 2013 - 15:38 WIB
Mark-up proyek air bersih...
Mark-up proyek air bersih di Malut 'terendus' Kejati
A A A
Sindonews.com - Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menemukan mark-up dalam proyek air bersih di Maluku Utara. Bahkan ada sejumlah proyek yang gagal dan fiktif dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Robert Jimmy mengungkapkan, sejumlah proyek itu dikerjakan oleh Dinas PU dibawa kendali Dirjen Cipta Karya Departemen PU.

”Proyek fiktif tersebut diantaranya pekerjaan Sumur di desa Bori Kabupaten Halmahera Utara dengan nilai kontrak senilai Rp1,4 milyar," katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (1/2/2013).

Proyek tersebut, lanjutnya, dikerjakan tahun 2010. Dalam pekerjaannya, ternyata terjadi mark-up karena sumur yang dibangun tidak bisa difungsikan. Proyek tersebut mengakibatkan kerugian negara mencapat Rp1,2 miliar.

Kasus serupa juga terjadi desa Kobe Kabupaten Halmaherah Tengah pada tahun 2010 dengan nilai kontrak Rp1,5 miliar. Proyek tersebut diduga terjadi mark-up pada pembuatan reservator. Kasus ini membuat negara dirugikan sekira Rp1,3 miliar.

Sedangkan untuk proyek yang gagal, terjadi di Wasilei Kabupaten Halmahera Timur dengan nilai kontrak Rp2,154 miliar.

“Selain itu, penyidik juga menemukan dua proyek air bersih di tahun 2011-2012 diduga fiktif. Kedua proyek tersebut terdapat di Kabupaten Halmahera Selatan Malut," terangnya

Ia merinci, masing-masing proyek pembangunan air besih di Desa Wangingira dan Panamboang senilai Rp14,8 miliar. Proyek tersebut diduga fiktif pada pembuat instalasi pengelolaan air (IPA) dan terjadi mark-up pada jaringan pipa sehingga gagal total.

Robert berjanji dalam waktu dekat Kejati Malut melakukan penyelidikan kasus proyek air bersih atau pekerjaan yang tidak sesuai struktur kontrak. Dan saat ini penyidik sudah melakukan pengumpulan bukti-bukti.
(ysw)
Berita Terkait
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved