Disidak, banyak kapal minim alat keselamatan

Senin, 14 Januari 2013 - 15:31 WIB
Disidak, banyak kapal...
Disidak, banyak kapal minim alat keselamatan
A A A
Sindonews.com - Buruknya uaca belakangan ini membuat Administrator Pelabuhan Ambon menggelar inpeksi mendadak (sidak) ke kapal-kapal tradisional di Pelabuhan Slamet Riyadi, Ambon.

Dalam sidak ini, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan keselamatan berlayar penumpang dan kapal untuk mencegah kecelakaan kapal. Ironisnya, ditemukan banyak kapal yang minim alat keselamatan.

Kepala Adpel Ambon Kapten Ali Ibrahim bersama anggotanya menggelar sidak terhadap kapal tradisional KM Elisabeth, Senin (14/1/2013). Kapal ini hendak berangkat menuju Pulau Buru, Maluku.

Kedatangan petugas Adpel ini membuat penumpang dan anak buah kapal ini kaget. Ali bersama anggotnya kemudian langsung memeriksa daftar manifes penumpang kapal yang akan berangkat ini.

Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan keselamatan berlayar penumpang kapal seperti jaket pelampung dan alat komunikasi kapal lainnya. Petugas Adpel Ambon juga memperagakan penggunaan jaket pelampung yang baik. Ternyata, banyak penumpang tidak tau menggunakan jaket pelampung ini.

Dalam pemeriksaan ini, ditemukan banyak jaket pelampung yang sudah rusak dan tidak layak digunakan dalam pelayaran. Setelah pemeriksaan rampung, petugas syahbandar Pelabuhan Ambon kemudian mengizinkan kapal ini berlayar.

Ali Ibrahim menyatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan seluruh alat keselamatan berlayar di kapal–kapal tradisional yang melayari rute antar pulau di Maluku ini memenuhi standar.

"Sidak ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan laut memasuki cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Maluku," katanya di Pelabuhan Ambon, Senin (14/1/2013).

Ia menyatakan, sepekan kemarin terjadi dua kali kecelakaan kapal di perairan Maluku, yakni speedboat tenggelam di perairan Maluku Tenggara Barat yang menewaskan delapan penumpang, serta tenggelamnya KM Toyando di perairan Maluku Tenggara yang menewaskan dua penumpang.

Menurut Ali, dalam dua kasus tersebut baik speedboat maupun kapal tidak dilengkapi fasilitas keselamatan berlayar. Sejak empat hari lalu, Adpel melarang kapal-kapal tradisional antar pulau di Maluku berlayar akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga lima meter.
(ysw)
Berita Terkait
Cuaca Buruk di Pelayaran...
Cuaca Buruk di Pelayaran Bajoe-Kolaka, Bus dan Truk Terbalik di KMP Raja Dilaut
Cuaca Buruk, Ratusan...
Cuaca Buruk, Ratusan Kapal Ikan Bersandar di Pelabuhan Nizam Zachman
Cuaca Buruk di Sulsel...
Cuaca Buruk di Sulsel Diprediksi Sampai Akhir Tahun 2021
Penundaan Penyeberangan...
Penundaan Penyeberangan Kapal Akibat Cuaca Buruk di Maluku Utara
BMKG Sebut Provinsi...
BMKG Sebut Provinsi Sulsel Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem
Cuaca Buruk, Nelayan...
Cuaca Buruk, Nelayan di Makassar Diimbau Tak Melaut
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
5 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved