Warga Pasuruan bersihkan Kali Gembong
Senin, 31 Desember 2012 - 13:35 WIB
Warga Pasuruan bersihkan Kali Gembong
A
A
A
Sindonews.com - Momentum pergantian tahun baru tidak melulu dirayakan dengan pesta dan hura-hura. Seperti yang dilakukan masyarakat Kota Pasuruan. Mereka secara bersama-sama membersihkan sampah di daerah aliran sungai (DAS) Gembong.
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Seni dan Budaya (FKSB) Kota Pasuruan ini mengarungi DAS Gembong dengan menggunakan rakit dan perahu karet. Diiringi tabuhan musik perkusi ala kadarnya, mereka membersihkan sungai yang tersumbat tumpukan sampah.
DAS Gembong ini merupakan muara sungai yang berujung di pantai utara Kota Pasuruan. Setiap tahun, DAS Gembong ini menjadi langganan banjir dan tak jarang merendam pemukiman disekitarnya.
Nur Rosidi, Pembina FKSB Kota Pasuruan mengungkapkan, bersih-bersih Kali Gembong ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya. Karena masalah kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama masyarakat.
"Kami tidak ingin Kota Pasuruan dicap sebagai ikon kota banjir. Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat," kata Nur Rosidi di sela-sela aksi, Senin (31/12/2012).
Menurutnya, sudah saatnya warga Kota Pasuruan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Cara yang paling sederhana adalah dengan tidak membuang sampah disembarang tempat, terutama dialiran sungai.
"Masyarakat jangan lagi membuang sampah disembarang tempat. Mari kita mulai berkontribusi pada pembangunan kota agar tidak menjadi langganan banjir," tandas Nur Rosidi.
Selain komunitas seni dan budaya, kampanye bersih-bersih DAS Gembong ini diikuti para pelajar dan organisasi pemuda. Aksi bersih-bersih sungai sejauh 8 KM ini, diawali dari Jl Untung Suropati hingga ujung muara sungai di pelabuhan rakyat Kota Pasuruan.
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Seni dan Budaya (FKSB) Kota Pasuruan ini mengarungi DAS Gembong dengan menggunakan rakit dan perahu karet. Diiringi tabuhan musik perkusi ala kadarnya, mereka membersihkan sungai yang tersumbat tumpukan sampah.
DAS Gembong ini merupakan muara sungai yang berujung di pantai utara Kota Pasuruan. Setiap tahun, DAS Gembong ini menjadi langganan banjir dan tak jarang merendam pemukiman disekitarnya.
Nur Rosidi, Pembina FKSB Kota Pasuruan mengungkapkan, bersih-bersih Kali Gembong ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya. Karena masalah kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama masyarakat.
"Kami tidak ingin Kota Pasuruan dicap sebagai ikon kota banjir. Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat," kata Nur Rosidi di sela-sela aksi, Senin (31/12/2012).
Menurutnya, sudah saatnya warga Kota Pasuruan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Cara yang paling sederhana adalah dengan tidak membuang sampah disembarang tempat, terutama dialiran sungai.
"Masyarakat jangan lagi membuang sampah disembarang tempat. Mari kita mulai berkontribusi pada pembangunan kota agar tidak menjadi langganan banjir," tandas Nur Rosidi.
Selain komunitas seni dan budaya, kampanye bersih-bersih DAS Gembong ini diikuti para pelajar dan organisasi pemuda. Aksi bersih-bersih sungai sejauh 8 KM ini, diawali dari Jl Untung Suropati hingga ujung muara sungai di pelabuhan rakyat Kota Pasuruan.
(ysw)