DDI bantah ingin serbu Unasman
Rabu, 05 Desember 2012 - 20:11 WIB
DDI bantah ingin serbu Unasman
A
A
A
Sindonews.com - Setelah gagal melakukan eksekusi lahan kampus Universitas Al Asyariah Al Mandari (Unasman), kabarnya Darud Dakwah wal Irsyad (DDI) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) akan melakukan eksekusi sendiri.
Namun kabar tersebut dibantah oleh DDI. Aksi DDI rencananya hanya terkonsentrasi di PN Polman namun aksi ini juga urung dilakukan.
Ketua Pengurus Daerah (PD) Darud Dakwah wal Irsyad (DDI Kabupaten Polewali Mandar (Polman) membantah sangkaan terhadap lembaganya yang ingin melakukan eksekusi sendiri kampus Universitas Al Asyariah Al Mandari (Unasman).
"DDI adalah lembaga pendidikan dan dakwah. Tidak mungkin warga DDI akan melakukan hal yang bodoh seperti itu," kata Anwar Sewang kepada SINDO, Rabu, (5/12/2012).
Anwar mengakui bahwa DDI berencana melakukan aksi, tapi bukan di Unasman. Melainkan di PN dan Polres.
Aksi itu terkait penegakan supremasi hukum yang dimenangkan oleh DDI yang bersengketa dengan Unasman yang terkesan berlarut-larut.
Namun, rencana aksi akhirnya diurungkan setelah dirinya berkomunikasi dengan PN dan Kapolres Polman. Sebab, dalam kasus ini, DDI masih sangat percaya dengan kepolisian.
Terkait dengan penundaan kembali, Anwar mengaku sangat kecewa. Pihak kepolisian yang sedianya hanya mengamankan sepertinya mengambil alih kewenangan PN untuk melaksanakan putusan hukum dengan menunda pelaksanaan eksekusi.
"Yang dipegang itu adalah kata-kata. Namun, sepertinya itu hanya ucapan yang tidak berarti. Selama kepastian hukum tidak selesai terhadap Unasman,maka selama itu pula yag dirugikan mahasiswanya alumninya dan dosennya," tandas Anwar Sewang.
Namun kabar tersebut dibantah oleh DDI. Aksi DDI rencananya hanya terkonsentrasi di PN Polman namun aksi ini juga urung dilakukan.
Ketua Pengurus Daerah (PD) Darud Dakwah wal Irsyad (DDI Kabupaten Polewali Mandar (Polman) membantah sangkaan terhadap lembaganya yang ingin melakukan eksekusi sendiri kampus Universitas Al Asyariah Al Mandari (Unasman).
"DDI adalah lembaga pendidikan dan dakwah. Tidak mungkin warga DDI akan melakukan hal yang bodoh seperti itu," kata Anwar Sewang kepada SINDO, Rabu, (5/12/2012).
Anwar mengakui bahwa DDI berencana melakukan aksi, tapi bukan di Unasman. Melainkan di PN dan Polres.
Aksi itu terkait penegakan supremasi hukum yang dimenangkan oleh DDI yang bersengketa dengan Unasman yang terkesan berlarut-larut.
Namun, rencana aksi akhirnya diurungkan setelah dirinya berkomunikasi dengan PN dan Kapolres Polman. Sebab, dalam kasus ini, DDI masih sangat percaya dengan kepolisian.
Terkait dengan penundaan kembali, Anwar mengaku sangat kecewa. Pihak kepolisian yang sedianya hanya mengamankan sepertinya mengambil alih kewenangan PN untuk melaksanakan putusan hukum dengan menunda pelaksanaan eksekusi.
"Yang dipegang itu adalah kata-kata. Namun, sepertinya itu hanya ucapan yang tidak berarti. Selama kepastian hukum tidak selesai terhadap Unasman,maka selama itu pula yag dirugikan mahasiswanya alumninya dan dosennya," tandas Anwar Sewang.
(ysw)