Eksekusi ditunda, Brimob jaga Kampus Unasman
Rabu, 05 Desember 2012 - 19:16 WIB
Eksekusi ditunda, Brimob jaga Kampus Unasman
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksanaan eksekusi lahan dan aset Kampus Universitas Al Asyariah Al Mandari (Unasman) Polman, Sulawesi Barat, yang direncanakan akan dieksekusi kembali mengalami penundaan. Sejumlah petugas Brimob tampak berjaga-jaga di sekitar kampus.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, AKBP Endi Sutendi, mengatakan, eksekusi Unasman tidak bisa dipaksakan. Dikhawatirkan, jika eksekusi tetap dipaksakan, benturan fisik alias bentrok tidak bisa terhindarkan.
"Karena pertimbangan itu, makanya kita lakukan mediasi Senin lalu. Dan hasilnya, eksekusi ditunda,"ujar Endi Sutendi, saat ditemui di Kantor SPN Batua, Makassar, Rabu (5/12/2012).
Karena itu, kata dia penundaan eksekusi itu diharapkan bisa menjadi solusi adanya penyelesaian secara baik-baik sebelum tahun baru. Artinya, sebelum memasuki 2013, sudah harus ada keputusan.
Dikatakan Endi, pihak yang bersengketa, yakni Yayasan Unasman dan Yayasan Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Polman, harus menyampaikan laporan tertulis, ihwal permasalahan dan keberatan terkait rencana eksekusi.
Menurutnya, rentang waktu penundaan hingga akhir 2012 itu digunakan untuk menyelesaikan polemik agar tidak berlarut-larut.
Sementara itu, Kepala Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Pol Ramdani Hidayat mengatakan, kondisi terakhir di lokasi sengketa berangsur kondusif. Ia membantah jika situasi mencekam.
"Siapa bilang mencekam. Saya baru kembali dari sana dan aman-aman saja," kilahnya.
Terkait dengan penundaan itu, ia sepakat. Sebab, dengan begitu, akan bisa dicarikan solusi terbaik guna penyelesaian polemik.
Juru sita PN Polman, Hasanuddin Madjid, konfirmasi SINDO, mengatakan eksekusi bisa saja dilaksanakan karena itu kewenangan PN. Hanya saja, untuk melaksanakan eksekusi, pihaknya ingin pengawalan dari kepolisian selama 15 menit saat membacakan keputusan eksekusi.
"Kita sebenarnya tidak ada masalah. Tapi, dari kepolisian tidak ada kepastian untuk mengawal," jelas Hasanuddin.
Bahkan, kata Hasanuddin, sekalipun malam ini pihak kepolisian memberikan keputusan untuk mengawal pelaksanaan eksekusi besok, pihaknya pun sudah siap.
Sementara itu, pantauan SINDO di kampus Unasman, puluhan anggota Brimob Polda Sulsel yang diperbantukan ke Polewali melakukan pengamanan dan berjaga di kampus Unasman.
Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya penyerangan dari salah satu masa dari dua lembaga pendidikan itu. Informasi yang dihimpun, puluhan brimob itu berjaga di Kampus Unasman untuk mengantisipasi massa DDI secara paksa menduduki Unasman.
Selain berjaga di Unasman, brimob dan anggota sabhara juga berjaga di PN Polman.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, AKBP Endi Sutendi, mengatakan, eksekusi Unasman tidak bisa dipaksakan. Dikhawatirkan, jika eksekusi tetap dipaksakan, benturan fisik alias bentrok tidak bisa terhindarkan.
"Karena pertimbangan itu, makanya kita lakukan mediasi Senin lalu. Dan hasilnya, eksekusi ditunda,"ujar Endi Sutendi, saat ditemui di Kantor SPN Batua, Makassar, Rabu (5/12/2012).
Karena itu, kata dia penundaan eksekusi itu diharapkan bisa menjadi solusi adanya penyelesaian secara baik-baik sebelum tahun baru. Artinya, sebelum memasuki 2013, sudah harus ada keputusan.
Dikatakan Endi, pihak yang bersengketa, yakni Yayasan Unasman dan Yayasan Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Polman, harus menyampaikan laporan tertulis, ihwal permasalahan dan keberatan terkait rencana eksekusi.
Menurutnya, rentang waktu penundaan hingga akhir 2012 itu digunakan untuk menyelesaikan polemik agar tidak berlarut-larut.
Sementara itu, Kepala Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Pol Ramdani Hidayat mengatakan, kondisi terakhir di lokasi sengketa berangsur kondusif. Ia membantah jika situasi mencekam.
"Siapa bilang mencekam. Saya baru kembali dari sana dan aman-aman saja," kilahnya.
Terkait dengan penundaan itu, ia sepakat. Sebab, dengan begitu, akan bisa dicarikan solusi terbaik guna penyelesaian polemik.
Juru sita PN Polman, Hasanuddin Madjid, konfirmasi SINDO, mengatakan eksekusi bisa saja dilaksanakan karena itu kewenangan PN. Hanya saja, untuk melaksanakan eksekusi, pihaknya ingin pengawalan dari kepolisian selama 15 menit saat membacakan keputusan eksekusi.
"Kita sebenarnya tidak ada masalah. Tapi, dari kepolisian tidak ada kepastian untuk mengawal," jelas Hasanuddin.
Bahkan, kata Hasanuddin, sekalipun malam ini pihak kepolisian memberikan keputusan untuk mengawal pelaksanaan eksekusi besok, pihaknya pun sudah siap.
Sementara itu, pantauan SINDO di kampus Unasman, puluhan anggota Brimob Polda Sulsel yang diperbantukan ke Polewali melakukan pengamanan dan berjaga di kampus Unasman.
Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya penyerangan dari salah satu masa dari dua lembaga pendidikan itu. Informasi yang dihimpun, puluhan brimob itu berjaga di Kampus Unasman untuk mengantisipasi massa DDI secara paksa menduduki Unasman.
Selain berjaga di Unasman, brimob dan anggota sabhara juga berjaga di PN Polman.
(ysw)