Eksekusi Unasman kembali gagal
Kamis, 29 November 2012 - 21:52 WIB
Eksekusi Unasman kembali gagal
A
A
A
Sindonews.com – Untuk keempat kalinya, petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Polewali Mandar (Polman) kembali gagal melakukan eksekusi lahan yang berdiri kampus Universitas Asyariah Al Mandari (Unasman) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Pantauan SINDO, ratusan civitas akademika Unasman berkumpul di dalam dan luar areal kampus untuk menghadang pelaksanaan eksekusi. Kondisi itu membuat pihak kepolisian mengurunkan niatnya untuk melakukan pengawalan dan pengamanan eksekusi kampus terbesar di Sulbar.
Selain itu, sejumlah spanduk terlintang di sekeliling pagar Unasman. Bahkan, barikade dengan lilitan kawat yang dibuat mahasiswa juga di pasang di jalan depan kampus.
Eksekusi kali ini dibatalkan dengan pertimbangan, jika eksekusi dipaksakan bisa berujung bentrok.
Melihat situasi yang sudah tidak kondusif tersebut, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo, mengutus dua perwira tinggi Polda yakni Komandan Satuan Narkoba Polda Sulselbar, Kombes Pol Ramdani Hidayat, bersama Wadir Intel Polda Sulselbar, Andi Patawari, untuk turun ke Polman mengawal pelaksanaan eksekusi Unasman.
Kepada wartawan, Kombes Pol Ramdani Hidayat, mengatakan penundaan itu untuk mencegah kejadian 2011 silam yang mengakibatkan bentrokan. Pihak kepolisian menginginkan agar penegakan hukum itu berjalan dengan damai, tanpa perlwanan dari salah satu pihak.
Ramdani yang disambangi seusai pertemuan mengaku pihaknya telah meminta kepada kedua belah pihak, khususnya DDI untuk lebih bersabar.
“Tidak ada alasan. Eksekusi harus tetap dilaksanakan. Karena keputusan MA sudah kekuatan hukum tetap. Hanya saja, kita tunda lagi karena kita ingin agar eksekusi ini bisa berjalan damai,” jelas Ramdani.
Saat ditanya mengenai kapan pelaksanaan eksekusi damai itu dilaksanakan, Ramdani dengan tegas mengatakan Rabu, 5 Desember, pekan depan.
“Itu sudah pasti. Sebab, pelaksanaan eksekusi tidak bisa ditunda-tunda lagi. Apalagi, ini sudah lama sekali,” singkatnya.
Pantauan SINDO, ratusan civitas akademika Unasman berkumpul di dalam dan luar areal kampus untuk menghadang pelaksanaan eksekusi. Kondisi itu membuat pihak kepolisian mengurunkan niatnya untuk melakukan pengawalan dan pengamanan eksekusi kampus terbesar di Sulbar.
Selain itu, sejumlah spanduk terlintang di sekeliling pagar Unasman. Bahkan, barikade dengan lilitan kawat yang dibuat mahasiswa juga di pasang di jalan depan kampus.
Eksekusi kali ini dibatalkan dengan pertimbangan, jika eksekusi dipaksakan bisa berujung bentrok.
Melihat situasi yang sudah tidak kondusif tersebut, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo, mengutus dua perwira tinggi Polda yakni Komandan Satuan Narkoba Polda Sulselbar, Kombes Pol Ramdani Hidayat, bersama Wadir Intel Polda Sulselbar, Andi Patawari, untuk turun ke Polman mengawal pelaksanaan eksekusi Unasman.
Kepada wartawan, Kombes Pol Ramdani Hidayat, mengatakan penundaan itu untuk mencegah kejadian 2011 silam yang mengakibatkan bentrokan. Pihak kepolisian menginginkan agar penegakan hukum itu berjalan dengan damai, tanpa perlwanan dari salah satu pihak.
Ramdani yang disambangi seusai pertemuan mengaku pihaknya telah meminta kepada kedua belah pihak, khususnya DDI untuk lebih bersabar.
“Tidak ada alasan. Eksekusi harus tetap dilaksanakan. Karena keputusan MA sudah kekuatan hukum tetap. Hanya saja, kita tunda lagi karena kita ingin agar eksekusi ini bisa berjalan damai,” jelas Ramdani.
Saat ditanya mengenai kapan pelaksanaan eksekusi damai itu dilaksanakan, Ramdani dengan tegas mengatakan Rabu, 5 Desember, pekan depan.
“Itu sudah pasti. Sebab, pelaksanaan eksekusi tidak bisa ditunda-tunda lagi. Apalagi, ini sudah lama sekali,” singkatnya.
(ysw)