Tuntut keadilan, Indra jalan kaki Malang-Jakarta

Senin, 05 November 2012 - 11:03 WIB
Tuntut keadilan, Indra...
Tuntut keadilan, Indra jalan kaki Malang-Jakarta
A A A
Sindonews.com - Untuk menuntut keadilan atas kematian putranya akibat tabrak lari, Indra Azwan (53), warga Jalan Genu Watu Barat, Kelurahan Purwantoto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kembali jalan kaki menuju Istana Negara. Aksi ini merupakan yang keempat kalinya dia lakukan.

Indra berangkat dari rumahnya dengan membawa satu paket pembersih telinga dan satu kaca spion motor. Tak hanya itu Indra membawa spanduk bertulis 'Aksi Peduli Sumbangan Presiden' Malang-Jakarta dipasang tepat di dadanya.

Menurutnya, pembersih telinga ini akan diberikan kepada Presiden SBY agar tidak tuli. "Kalau kaca spion agar Presiden tidak buta," kata Indra, sebelum berangkat, di Malang, Senin (5/11/2012).

Sejumlah kerabat dan istrinya, Betty, menyaksikan kepergian Indra dari halaman rumah. Dia tidak menargetkan kapan dirinya akan tiba di Istana Negara.

Hanya saja, selama di perjalanan, dirinya akan menggalang sumbangan dan hasilnya akan disumbangkan untuk gaji Presiden SBY yang dinilainya telah membohonginya atas penuntasan kasus tabrak lari yang menewaskan putranya Rifky Andika di tahun 1993 silam.

Aksi menuntut keadilan atas kematian putranya ini dilakukan karena putusan pengadilan telah membebaskan Joko Sumantri, oknum aparat kepolisian sebagai pelaku tabrak lari dengan alasan kasusnya kadaluarsa.

Indra juga menulis surat wasiat yang diberikan kepada istrinya jika nanti diperjalanan, dia meninggal dunia. Indra berpesan agar jasadnya dikirim ke Istana Negara tanpa harus dimandikan dan dikafani layaknya jasad akan dikebumikan.

Sebelumnya, Indra Azwan menggelar aksi jalan kaki menuju Makkah, namun tertahan di perbatasan Thailand-Myanmar, karena situasi keamanan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Sebelum aksi ke Makkah, Indra melakukan aksinya yang pertama pada Tahun 2010, untuk menemui Presiden SBY. Pada Maret 2012 lalu, Indra juga kembali melakukan perjalanan dan baru tiba di Jakarta 18 Maret 2012.

Aksi menuntut keadilan tersebut, ternyata belum membuahkan hasil, hingga Indra akhirnya memutuskan untuk aksi jalan kaki lagi guna menemui Presiden SBY dan menagih janjinya untuk menuntaskan kasus ini.
(san)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
5 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
7 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
7 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
8 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
8 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
9 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved