Orangtua bayi diculik di RS lapor Komnas PA
Senin, 17 September 2012 - 19:15 WIB
Orangtua bayi diculik di RS lapor Komnas PA
A
A
A
Sindonews.com - Jaja Nurdiansyah (31), dan Syifa Maisyatul Khoirot (20), orangtua yang kehilangan bayinya di RSIA Siti Zahroh, Tambun, Kabupaten Bekasi, mendatangi Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) untuk meminta dukungan atas kasus yang menimpanya.
Mereka mengaku mendapat tekanan dari pihak RS untuk tidak menceritakan apapun kepada masyarakat termasuk media mengenai kasus penculikan bayinya yang diberi nama Cello Aditia.
"Kami dilarang untuk bercerita ke media dan juga orang-orang oleh RS Siti Zuhroh. Jika tidak maka mereka tidak akan segan-segan untuk menuntut kami," ujar Syifa kepada sejumlah wartawan, Senin (17/9/2012).
Syifa menjelaskan pihak RS dengan gampangnya mengatakan keluarga diminta untuk mengikhlaskan hilangnya anak mereka tersebut dan terkesan lepas tangan.
"Dengan alasan mungkin sekarang bayi tersebut sudah diurus oleh orang yang lebih mampu," cerita Syifa lirih.
Sementara itu Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat keberatan serta meminta pihak RS dan juga saksi untuk datang memberikan klarifikasi seputar peristiwa tersebut.
"Kami tentunya akan meminta supaya pihak RS datang dan berikan klarifikasi, karena korban ini bayar, bukannya gratis," tegas Arist.
Ditambahkan Arist untuk saat ini pihaknya juga akan mengumpulkan bukti-bukti menyangkut dengan peristiwa tersebut dan melihat apakah ada kemungkinan keterlibatan orang dalam terkait peristiwa tersebut.
"Menurut saksi dia menyerahkan bayi tersebut kepada seorang wanita berpakaian perawat dengan alasan ingin diperiksa," tutup Arist.
Mereka mengaku mendapat tekanan dari pihak RS untuk tidak menceritakan apapun kepada masyarakat termasuk media mengenai kasus penculikan bayinya yang diberi nama Cello Aditia.
"Kami dilarang untuk bercerita ke media dan juga orang-orang oleh RS Siti Zuhroh. Jika tidak maka mereka tidak akan segan-segan untuk menuntut kami," ujar Syifa kepada sejumlah wartawan, Senin (17/9/2012).
Syifa menjelaskan pihak RS dengan gampangnya mengatakan keluarga diminta untuk mengikhlaskan hilangnya anak mereka tersebut dan terkesan lepas tangan.
"Dengan alasan mungkin sekarang bayi tersebut sudah diurus oleh orang yang lebih mampu," cerita Syifa lirih.
Sementara itu Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat keberatan serta meminta pihak RS dan juga saksi untuk datang memberikan klarifikasi seputar peristiwa tersebut.
"Kami tentunya akan meminta supaya pihak RS datang dan berikan klarifikasi, karena korban ini bayar, bukannya gratis," tegas Arist.
Ditambahkan Arist untuk saat ini pihaknya juga akan mengumpulkan bukti-bukti menyangkut dengan peristiwa tersebut dan melihat apakah ada kemungkinan keterlibatan orang dalam terkait peristiwa tersebut.
"Menurut saksi dia menyerahkan bayi tersebut kepada seorang wanita berpakaian perawat dengan alasan ingin diperiksa," tutup Arist.
(hyk)