Waspada Human Trafficking, 40 wanita diamankan polisi
Selasa, 28 Agustus 2012 - 02:33 WIB
Waspada Human Trafficking, 40 wanita diamankan polisi
A
A
A
Sindonews.com - Waspada Human Trafficking (jual beli manusia) Sebanyak 40 orang wanita dan empat orang pria yang mengaku akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga serta pengasuh bayi di Palembang diamankan Satuan Reskrim Polresta Palembang. Dari 40 orang tersebut, terdapat puluhan anak di bawah umur.
Ke-40 orang dan empat pria itu diamankan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang curiga dengan beberapa mobil yang memuat para wanita di Jalan HM Ryacudu, Lorong Sabar, RT 31 RW 5, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Saat diamankan wanita itu diangkut dengan empat unit mobil yakni Toyota Kijang Kapsul BE 2410 UN, Toyota kijang Putih BE 2984 UN, Daihatsu merah hati BE 2496 CT, serta Isuzu Panter biru tua BE 2795 V.
Berdasarkan keterangan Ketua RT 22 yang tak jauh dari lokasi kejadian, Nasmin Suhairi, mobil-mobil yang mengangkut wanita itu sudah sering parkir di sekitar lokasi kejadian. Saat dirinya berusaha menanyakan, wanita-wanita itu bilang jika mau bekerja.
"Ada sekitar enam mobil yang berisikan 30 orang perempuan muda-muda. Kata mereka wanita itu mau bekerja di Palembang. Kerjanya bermacam-macam, ada yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan baby sister. Lalu aku tanyakan lagi identitas mereka, ada yang membawa dan ada yang tidak. Saya takutnya mereka kena jambret dan todong nanti kami warga yang jadi sasaran," terang Nasimin.
Sementara dari keterangan, Iwan (28) sopir yang mengantarkan para wanita pekerja rumah tangga itu, bawah dirinya membawa wanita itu dari Yayasan PT Cahya Murni yang ada di Jalan KH Kholik, Pasar Balok, Kelurahan Pring Sewu Utara, Kabupaten Pring Sewu, Lampung dengan tujuan Palembang.
"Waktu sudah dari depan lorong itu kami disuruh polisi ke Kantor Polisi, katanya biar aman. Seluruhnya ada 40 orang ada perempuan, semunya dari Lampung. Macam-macam ada yang dari Kalianda, Pring Sewu dan lampung tengah,” terang Iwan.
Setahunya, tutur Iwan, wanita-wanita itu datang ke Palembang mau bekerja, ada yang bekerja sebagai baby sister dan ada yang menjadi pembantu rumah tangga. Tapi, dari seluruh wanta itu bukan semuanya baru datang ke Palembang melainkan ada yang sudah pernah bekerja di Palembang.
“Jadi ada juga yang sudah pernah bekerja di Palembang, dan sekrang mau bekerja lagi. Setahu saya ada yang kerja di Jakabaring. Yayasan yang menampung mereka itu yayasan Ibu Nur dan ini bukan perdagangan perempuan, karena mereka saya jemput ke rumah-rumahnya dan sampai tujuan di Palembang," tuturnya.
Bahkan, lanjutnya, keberangkatan para wanita itu juga diketahui orang tua wanita itu masing-masing. Wanita itu berangkat dari rumah, lalu istirahat di rumah yayasan di daerah Pring Sewu di Lampung tujuan ke Palembang.
“Ada juga yang sudah bekerja sampai dua tahun dan beberapa bulan terus berangkat lagi. Mereka itu kebanyakan dari keluarga ekonomi kurang. Ke sini ingin merantau dan cari pendapatan, belum pernah ada kejadian buruk, paling tidak betah sama yang punya rumah," bebernya.
Sementara dari penuturan salah seorang wanita yang diamankan itu bernama Dewi (17) dirinya datang ke Palembang hendak bekerja sebagai baby sister. Dirinya tinggal di Desa Padang Ratu, Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
“Kami baru tiba di Palembang dari lampung. Waktu itu kami lagi nunggu jemputan ibu Nur, karena ibu Nur yang menjanjikan kami bekerja. Kalau saya akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga sekaligus baby sister. Gaji yang dijanjikan sebesar Rp1,5 juta perbulannya, “ungkap wanita yang hanya tamatan SMA ini.
Sama halnya diungkapkan Ana (30) warga asal Desa Banjar Sari, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah. Dirinya tidak dipaksa oleh ibu Nur untuk mengajaknya bekerja di Palembang. Melainkan dirinya sendiri yang dating menemui ibu Nur.
“Kalau saya rencananya akan bekerja sebagai pengasuh di salah satu rumah kawasan Bukit Sangkal, Kalidoni. Saya Aku tadinya sudah pernah ke Palembang dengan ibu Nur. Sama seperti ini juga, tidak dipaksa," terang ibu dua anak ini.
Senada dengan itu, Erna (17) warga Desa Sidomulyo, Kalianda, Lampung Selatan mengaku kedatangannya ke Palembang atas keinginan dirinya. Lantaran dikampungnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan ia juga mengatakan, tak ada paksaan dari penyalur.
"Rencananya saya akan bekerja sebagai baby sitter dikawasan 18 Ilir dengan gaji Rp1,5 juta perbulan,"tandasnya.
Sayangnya terkait diamankannya puluhan wanita yang akan bekerja di Palembang itu, pihak Polresta Palembang belum bisa memastikan apakah wanita-wanita itu merupakan korban human trafficking atau bukan. Puluhan wanita itu terus dimintai keterangan terkait asal usul dan pekerjaan apa yang ada dilakukan di Palembang.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim, Kompol Djoko Julianto membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan masyarat terkait adanya puluhan kendaraan membawa puluhan wanita asal Lampung tujuan ke Palembang.
"Kita masih memeriksa para perempuan yang jumlahnya sampai 40 orang. Informasinya mereka dikirim dari Lampung ke Palembang dengan untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dan baby sister. Terkait adanya human traficking belum sampai sana karena tetap kita selidiki perkaranya lebih lanjut," pungkas Djoko.
Ke-40 orang dan empat pria itu diamankan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang curiga dengan beberapa mobil yang memuat para wanita di Jalan HM Ryacudu, Lorong Sabar, RT 31 RW 5, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Saat diamankan wanita itu diangkut dengan empat unit mobil yakni Toyota Kijang Kapsul BE 2410 UN, Toyota kijang Putih BE 2984 UN, Daihatsu merah hati BE 2496 CT, serta Isuzu Panter biru tua BE 2795 V.
Berdasarkan keterangan Ketua RT 22 yang tak jauh dari lokasi kejadian, Nasmin Suhairi, mobil-mobil yang mengangkut wanita itu sudah sering parkir di sekitar lokasi kejadian. Saat dirinya berusaha menanyakan, wanita-wanita itu bilang jika mau bekerja.
"Ada sekitar enam mobil yang berisikan 30 orang perempuan muda-muda. Kata mereka wanita itu mau bekerja di Palembang. Kerjanya bermacam-macam, ada yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan baby sister. Lalu aku tanyakan lagi identitas mereka, ada yang membawa dan ada yang tidak. Saya takutnya mereka kena jambret dan todong nanti kami warga yang jadi sasaran," terang Nasimin.
Sementara dari keterangan, Iwan (28) sopir yang mengantarkan para wanita pekerja rumah tangga itu, bawah dirinya membawa wanita itu dari Yayasan PT Cahya Murni yang ada di Jalan KH Kholik, Pasar Balok, Kelurahan Pring Sewu Utara, Kabupaten Pring Sewu, Lampung dengan tujuan Palembang.
"Waktu sudah dari depan lorong itu kami disuruh polisi ke Kantor Polisi, katanya biar aman. Seluruhnya ada 40 orang ada perempuan, semunya dari Lampung. Macam-macam ada yang dari Kalianda, Pring Sewu dan lampung tengah,” terang Iwan.
Setahunya, tutur Iwan, wanita-wanita itu datang ke Palembang mau bekerja, ada yang bekerja sebagai baby sister dan ada yang menjadi pembantu rumah tangga. Tapi, dari seluruh wanta itu bukan semuanya baru datang ke Palembang melainkan ada yang sudah pernah bekerja di Palembang.
“Jadi ada juga yang sudah pernah bekerja di Palembang, dan sekrang mau bekerja lagi. Setahu saya ada yang kerja di Jakabaring. Yayasan yang menampung mereka itu yayasan Ibu Nur dan ini bukan perdagangan perempuan, karena mereka saya jemput ke rumah-rumahnya dan sampai tujuan di Palembang," tuturnya.
Bahkan, lanjutnya, keberangkatan para wanita itu juga diketahui orang tua wanita itu masing-masing. Wanita itu berangkat dari rumah, lalu istirahat di rumah yayasan di daerah Pring Sewu di Lampung tujuan ke Palembang.
“Ada juga yang sudah bekerja sampai dua tahun dan beberapa bulan terus berangkat lagi. Mereka itu kebanyakan dari keluarga ekonomi kurang. Ke sini ingin merantau dan cari pendapatan, belum pernah ada kejadian buruk, paling tidak betah sama yang punya rumah," bebernya.
Sementara dari penuturan salah seorang wanita yang diamankan itu bernama Dewi (17) dirinya datang ke Palembang hendak bekerja sebagai baby sister. Dirinya tinggal di Desa Padang Ratu, Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
“Kami baru tiba di Palembang dari lampung. Waktu itu kami lagi nunggu jemputan ibu Nur, karena ibu Nur yang menjanjikan kami bekerja. Kalau saya akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga sekaligus baby sister. Gaji yang dijanjikan sebesar Rp1,5 juta perbulannya, “ungkap wanita yang hanya tamatan SMA ini.
Sama halnya diungkapkan Ana (30) warga asal Desa Banjar Sari, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah. Dirinya tidak dipaksa oleh ibu Nur untuk mengajaknya bekerja di Palembang. Melainkan dirinya sendiri yang dating menemui ibu Nur.
“Kalau saya rencananya akan bekerja sebagai pengasuh di salah satu rumah kawasan Bukit Sangkal, Kalidoni. Saya Aku tadinya sudah pernah ke Palembang dengan ibu Nur. Sama seperti ini juga, tidak dipaksa," terang ibu dua anak ini.
Senada dengan itu, Erna (17) warga Desa Sidomulyo, Kalianda, Lampung Selatan mengaku kedatangannya ke Palembang atas keinginan dirinya. Lantaran dikampungnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan ia juga mengatakan, tak ada paksaan dari penyalur.
"Rencananya saya akan bekerja sebagai baby sitter dikawasan 18 Ilir dengan gaji Rp1,5 juta perbulan,"tandasnya.
Sayangnya terkait diamankannya puluhan wanita yang akan bekerja di Palembang itu, pihak Polresta Palembang belum bisa memastikan apakah wanita-wanita itu merupakan korban human trafficking atau bukan. Puluhan wanita itu terus dimintai keterangan terkait asal usul dan pekerjaan apa yang ada dilakukan di Palembang.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim, Kompol Djoko Julianto membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan masyarat terkait adanya puluhan kendaraan membawa puluhan wanita asal Lampung tujuan ke Palembang.
"Kita masih memeriksa para perempuan yang jumlahnya sampai 40 orang. Informasinya mereka dikirim dari Lampung ke Palembang dengan untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dan baby sister. Terkait adanya human traficking belum sampai sana karena tetap kita selidiki perkaranya lebih lanjut," pungkas Djoko.
(azh)