Bentrokan di Flores NTT Diduga Akibat Rebutan Lahan

Sabtu, 07 Maret 2020 - 11:02 WIB
Bentrokan di Flores...
Bentrokan di Flores NTT Diduga Akibat Rebutan Lahan
A A A
FLORES TIMUR - Bentrokan antarwarga di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) , Kamis 5 Maret 2020 diduga akibat perebutan lahan. Bentrokan terjadi tepatnya di Pantai Bani yakni di salah satu kebun Desa Baobage, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur, antara suku Kwaelaga dan suku Lamatokan.

Kejadian bermula dari kedua suku ini yang memperebutkan lokasi tanah kebun Wulewata Pantai Bani, Desa Baobage, Kecamatan Witihama. (Baca juga: 6 Warga Flores Timur NTT Tewas Akibat Bentrokan Dimakamkan )

Kedua suku ini sudah sejak lama saling klaim lokasi tersebut. Bentrokan ini juga sudah beberaka kali terjadi dan berulangkali difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Witihama dan Kapolsek Adonara, namun belum menemukan jalan keluar penyelesaian.

Pada hari Kamis, 27 Februari 2020 lalu, Suku Kwaelaga sekitar 7 orang ke lokasi sengketa untuk menanam anakan jambu mente dan kelapa di lokasi sengketa, yang selama ini digarap oleh Suku Wuwur dan Suku Lamatokan.

Kegiatan yang dilakukan oleh Suku Kwaelaga tersebut menimbulkan kekecewaan dari Suku Lama Tokan, sehingga Kamis 5 Maret 2020, warga Suku Lama Tokan mendatangi lokasi dan mengecek tanaman yang ditanam Suku Kwaelaga.

Saat para korban dari suku Lama Tokan mendatangi TKP, mereka dihadang oleh beberapa orang dari suku Kwaelaga dan terjadi perdebatan terkait status lahan tersebut dan berujung saling serang menggunakan senjata tajam, hingga menewaskan 6 orang.

Korban yang meninggal dunia saat perang suku tersebut, yakni dari Suku Kwaelaga, Yakobus Masa Sanga, Moses Kopong Keda, Yoseph Ola Tokan dan Setan Rade. Sementara, korban yang meninggal dari suku Lama Tokan, yakni Wilem Kwasa Ola dan Yoseph Helu Wua.

Kedua suku ini hidup dan tinggal di dalam Desa Sandosi, yakni Suku Lama Tokan berada di Sandosi II dan Suku Kwaelaga di Sandosi I.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Flotim dan Brimob Maumere masih terus berjaga di lokasi dan di bantu TNI hingga situasi konduksif.
(mhd)
Berita Terkait
Bentrokan Pecah di Tuapukan...
Bentrokan Pecah di Tuapukan Kupang, Satu Tewas dan Tujuh Rumah Ludes Dibakar
13 Provokator Bentrok...
13 Provokator Bentrok di Tuapukan Kupang Ditangkap Polisi, Barang Bukti Alat untuk Perang Diamankan
Tragis, 37 Warga Pubabu...
Tragis, 37 Warga Pubabu Besipae Diserang Warga Desa Tetangga
Bentrok Antarpemuda...
Bentrok Antarpemuda Pecah di Medan, Botol dan Batu Beterbangan di Jalan
Bentrok Massa di Flores...
Bentrok Massa di Flores Timur, Warga dan Polisi Terkena Panah
Polres Tapanuli Selatan...
Polres Tapanuli Selatan Buru Dalang Bentrok Warga dari Dua Desa
Berita Terkini
Pelaku Penganiayaan...
Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bekasi Ditangkap
29 menit yang lalu
3 Orang Tewas dan 20...
3 Orang Tewas dan 20 Rumah Ludes Terbakar Akibat Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT
47 menit yang lalu
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
52 menit yang lalu
39 Titik Kekeringan...
39 Titik Kekeringan di Kabupaten Bekasi, Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih
1 jam yang lalu
Cak Udin Open 2026 Tuntas...
Cak Udin Open 2026 Tuntas Digelar, Bukti Komitmen PKB Majukan Olahraga Rakyat
1 jam yang lalu
15.080 Pelari Ramaikan...
15.080 Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla
1 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved