13 Provokator Bentrok di Tuapukan Kupang Ditangkap Polisi, Barang Bukti Alat untuk Perang Diamankan

Senin, 05 Oktober 2020 - 06:06 WIB
loading...
13 Provokator Bentrok...
Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menagkap 13 orang diduga menjadi dalam bentrokan di Tuapukan, Senin (5/10/2020).Foto/iNews/Eman Suni
A A A
KUPANG - Kepolisia Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil menangkap 13 orang yang diduga menjadi provokator bentrokan berdarah di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (4/10/2020). Bentrokan menyebabkan satu orang tewas, dan enam rumah bukan tujuh rumah seperti diberitakan sebelumnya dibakar.

Dari tangan para pelaku diamankan barang bukti (BB) berupa alat untuk perang seperti parang, busur panah, dan ketapel. (Baca juga: Bentrokan Pecah di Tuapukan Kupang, Satu Tewas dan Tujuh Rumah Ludes Dibakar)

Ke-13 pelaku yang diduga menjadi dalang kerusuhan , saat ini ditahan di Mapolda NTT. Para pelaku diangkut menggunakan mobil Dalmas dengan pengawalan ketat.

(Baca juga: 84 Orang yang Hilang di Perbukitan Kawasan Terusan Agam dan Limapuluh Kota Berhasil Ditemukan Tim Gabungan)

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jonahes Bangun mengatakan, bentrokan di Tuapukan berawal dari keributan antarpemuda yang akhirnya melibatkan warga segala usia.

"Belum diketahui apa penyebab terjadinya bentrokan, yang pasti ada satu korban tewas dan enam rumah dibakar," ujar Kombes Pol Johanes Bangun, Senin (5/10/2020).

Dia menambahkan, situasi Tuapukan saat ini sudah aman dan kondusif. Sebanyak 250 personel anggota Polda NTT dan Polres Kupang, diterjunkan untuk mengamankan situasi untuk mencegah kemungkinan bentrok susulan.
(zil)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
Pembayaran Pajak Kendaraan...
Pembayaran Pajak Kendaraan di NTT Kini Dilakukan secara Digital
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Debt Collector dan Warga...
Debt Collector dan Warga di Jaktim Bentrok, Kapolsek Cakung: Sudah Kondusif
Gempa M6,0 Guncang Timor...
Gempa M6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Dari Tanah Liat di Pedalaman...
Dari Tanah Liat di Pedalaman NTT, Srikandi Heroik Tumbuhkan Numerasi Anak Usia Dini
Eks Pj Sekda Kupang...
Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik
Konvoi Bobotoh Ricuh!...
Konvoi Bobotoh Ricuh! Bentrok Pecah di Sejumlah Kota
Langka, Korsel Protes...
Langka, Korsel Protes Amerika soal Jet Tempur AS dan China Nyaris Bentrok
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Infografis
100 Ribu Narapidana...
100 Ribu Narapidana Sudah Direkrut Rusia untuk Perang di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved