Pemkot Jayapura Ancam Tindak Apotek Nakal Penimbun dan Jual Masker Mahal

Rabu, 04 Maret 2020 - 17:35 WIB
Pemkot Jayapura Ancam...
Pemkot Jayapura Ancam Tindak Apotek Nakal Penimbun dan Jual Masker Mahal
A A A
JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura akan menindak tegas apotek nakal yang menimbun masker atau menjual harga tinggi saat kondisi kelangkaan masker terjadi.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura H Rustan Saru meneruskan Wali Kota Benhur Tommy Mano.

Pihak Pemkot Jayapura serius dengan kondisi kelangkaan masker yang terjadi pasca pengumuman Presiden Joko Widodo terkait virus Corona dua warga Depok.

H. Rustan Saru langsung melakukan sidak ke beberapa distributor masker dan apotik-apotik di Kota Jayapura. Hasilnya, seluruh distributor kosong.

"Kita sudah melakukan pengecekan kepada distributor yang memiliki izin, yakni PT Rajawali dan PT Anugrah, semua stok habis," kata Wakil Wali Kota H Rustan Satu, Rabu (4/3/2020).

Kondisi ini terjadi akibat distribusi dari produsen masker di Jakarta juga habis. Sehingga, terjadi kelangkaan ditingkat distributor. "Jadi, dari keterangannya dari Jakarta juga habis sehingga di tingkat distributor masker kosong," tuturnya.

Wali Kota menjelaskan, untuk terakhir distribusi masker di kota-kota Jayapura pada Jumat (28/2/2020) lalu. Dari hasil keterangan pihak distributor, terkahir melakukan distribusi ke apotik-apotik di Jayapura dengan jumlah per apotik masing-masing 10 box dengan jumlah per box sebanyak 50 pcs.

"Kita akan mengecek pemberian jatah itu, apakah betul mereka sudah terima atau sudah habis. Kekosongan stok masker ini persoalan dan kira carikan solusi," jelasnya.

Wali Kota menegaskan, pemerintah Kota Jayapura telah me-warning pihak-pihak yang mencoba menimbun atau menyimpan masker tersebut dengan tujuan spekulasi harga.

"Jangan ada yang menimbun atau menyimpan barang untuk spekulasi harga, harga jangan dinaikkan. Sumber masker standar Rp40.000 dan masker yang bertali Rp800.000. Sementara di tingkat pengecer dijual Rp2.000, tidak boleh lebih," katanya.

Jika kemudian ada apotik yang menjual askes harga lebih tinggi, maka pihaknya mengancam akan mencabut izin usaha apotik tersebut. "Sekarang kita minta diturunkan, jika tetap, maka kami akan cabut iziannya," tegas Wakil Wali Kota.
(zil)
Berita Terkait
Cegah Covid-19, 7.050...
Cegah Covid-19, 7.050 Masker Dibagikan ke Sejumlah Distrik di Jayapura
Tak Dapat Izin, Pesawat...
Tak Dapat Izin, Pesawat Air Niugini Gagal Turunkan 5 Ton Vanili di Sentani
Ketua Pemuda Adat Papua...
Ketua Pemuda Adat Papua Tegaskan NKRI Sudah Final
Polisi Ringkus 3 Pelaku...
Polisi Ringkus 3 Pelaku Bom Ikan di Perairan Jayapura
Pasien Positif Corona...
Pasien Positif Corona di Kabupaten Jayapura Bertambah 3 Orang
LGMP Demo di Jayapura,...
LGMP Demo di Jayapura, Minta Otsus Papua Dilanjutkan
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
33 menit yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
15 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved