Sebarkan Hoaks, 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka

loading...
Sebarkan Hoaks, 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka
Sebarkan Hoaks, 3 Petinggi Sunda Empire Jadi Tersangka
BANDUNG - Ditreskrimum Polda Jabar menetapkan tiga petinggi Sunda Empire atau Kekaisaran Sundaalias Kekaisaran Matahari sebagai tersangka penyebaran kabar bohong atau hoaks, Selasa (28/1/2020).

Ketiganya yakni Nasri Banks (66), R Ratna Ningrum (66), dan Ki Ageng Rangga Sasana (53). Nasri Banks, pria kelahiran Sibolga 1 Desember 1954 ini mengaku wartawan Global News Online yang tergabung dalam Alliance Press Internasional dan bergelar His Royal Inperial Hignes. (Baca juga: Status Naik Penyidikan, 3 Petinggi Sunda Empire Diperiksa Polda Jabar)

Di Sunda Empire, Nasri Banks yang mengaku ini menduduki jabatan sebagai Grand Master. Pria ini tinggal Gang Abah Muhamad I, Kelurahan Meleer, Kecamatan Andir, Kota Bandung dan Perumahan Kopo Permai I Nomor 13, Margahayu, Kabupaten Bandung.

Sedangkan R Ratna Ningrum, kelahiran Bandung 25 Juli 1954 yang juga mengaku menjabat sebagai Grand Master Sunda Empire. Sementara tersangka Ki Ageng Rangga Sasana (53), yang tinggal di Lingkungan Cilaku, Banjarsari, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten mengaku berpangkat Letnan Jenderal. Di Sunda Empire dia menjabat sebagai salah satu Sekretaris Jenderal De Heren XVII. (Baca juga: Ternyata Kekaisaran Sunda Pakai Sarana Kampus UPI Bandung untuk 500 Anggotanya)

Saat ekspos kasus, tersangka Rangga Sasana belum dihadirkan. Sekjen De Herent XVII Sunda Empire itu tengah dalam perjalanan dari Serang, Banten ke Polda Jabar, Kota Bandung. Mereka dijerat dengan Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Nasri Banks, RRN, dan Ki Ageng Rangga Sasana terancam hukuman 10 tahun penjara.



Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 berbunyi: "Barang siapa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dihukum setingi-tingginya 10 tahun."

Sedangkan Pasal 15 berbunyi: "Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dihukum setingi-tingginya 2 tahun.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso didampingi Direktur Reskrimum Polda Jabar Hendra Suhartiyono mengatakan, penyelidikan terhadap aktivitas Sunda Empire dilakukan setelah Ditreskrismum Polda Jabar menerima laporan Polisi Nomor: LPB/76/I/2020/JABAR tanggal 23 Januari 2020 atas nama pelapor Muchamad Ari Mulia Subagja, budayawan Sunda dan Ketua Majelis Adat Sunda.



Atas dasar laporan tersebut, kata Erlangga, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Selanjutnya melakukan gelar perkara atas kasus itu. Hasilnya, penyidik menaikan status kasus Sunda Empire ke penyidikan.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top