Habis Makan di Warteg, Dua Jari Pemuda Putus Disabet Celurit
Jum'at, 10 Januari 2020 - 17:22 WIB
Habis Makan di Warteg, Dua Jari Pemuda Putus Disabet Celurit
A
A
A
JAKARTA - Seorang pemuda jadi korban tindak kejahatan yang dilakukan oleh sekelompok begal di warteg Jalan Kayu Utan Utara, Kecamatan, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020) dini hari.
Nilam seorang saksi mata sekaligus pegawai warteg mengatakan, korban yang saat itu baru selesai makan pada pukul 03.00 WIB mengeluarkan handphone dari saku celananya. Tak lama berselang, masuk sekawanan begal yang hendak merampas handphone korban. (Baca: Dibegal, Korban Banjir di Bekasi Menderita Luka Sabetan Celurit)
"Pelaku ada enam orang tapi yang masuk cuma ke dalam warteg dua orang dan memaksa korban untuk menyerahkan handphone," kata Nilam di lokasi kejadian, Jumat (10/1/2020).
Korban yang berada di dalam seorang diri membuat pelaku dengan santai menodongkan celurit ke arah korban. "Kemudian diserang di dalam, terluka di bagian leher, pundak, sama jari tangannya. Tapi korban juga sempat diseret keluar," ujarnya.
Melihat kejadian itu, Nilam dan satu pegawai warteg lainnya tak bisa berbuat banyak. Lantaran takut terkena sabetan celurit yang dibawa pelaku. "Luka bacok yang dialami korban itu parah sampe jarinya putus diamputasi," ucapnya.
Ia menambahkan, saat kejadian memang darah berceceran di lantai. Namun saat itu tak mengira jari korban sampai harus diamputasi. (Baca juga: Tolong Tetangga yang Dirampok, Anggota TNI Tewas Disabet Celurit)
"Pas hari kejadian polisi datang tiga kali, pagi, siang, sama sore. Selain di amputasi kata polisi luka di bagian leher juga parah," imbuhnya.
Nilam seorang saksi mata sekaligus pegawai warteg mengatakan, korban yang saat itu baru selesai makan pada pukul 03.00 WIB mengeluarkan handphone dari saku celananya. Tak lama berselang, masuk sekawanan begal yang hendak merampas handphone korban. (Baca: Dibegal, Korban Banjir di Bekasi Menderita Luka Sabetan Celurit)
"Pelaku ada enam orang tapi yang masuk cuma ke dalam warteg dua orang dan memaksa korban untuk menyerahkan handphone," kata Nilam di lokasi kejadian, Jumat (10/1/2020).
Korban yang berada di dalam seorang diri membuat pelaku dengan santai menodongkan celurit ke arah korban. "Kemudian diserang di dalam, terluka di bagian leher, pundak, sama jari tangannya. Tapi korban juga sempat diseret keluar," ujarnya.
Melihat kejadian itu, Nilam dan satu pegawai warteg lainnya tak bisa berbuat banyak. Lantaran takut terkena sabetan celurit yang dibawa pelaku. "Luka bacok yang dialami korban itu parah sampe jarinya putus diamputasi," ucapnya.
Ia menambahkan, saat kejadian memang darah berceceran di lantai. Namun saat itu tak mengira jari korban sampai harus diamputasi. (Baca juga: Tolong Tetangga yang Dirampok, Anggota TNI Tewas Disabet Celurit)
"Pas hari kejadian polisi datang tiga kali, pagi, siang, sama sore. Selain di amputasi kata polisi luka di bagian leher juga parah," imbuhnya.
(ysw)