DPRD Pertanyakan Tidak Adanya Biaya Izin Keramaian Event DWP 2019

Sabtu, 07 Desember 2019 - 12:30 WIB
DPRD Pertanyakan Tidak...
DPRD Pertanyakan Tidak Adanya Biaya Izin Keramaian Event DWP 2019
A A A
JAKARTA - Pergelaran festival musik EDM alias electronic dance musicDjakarta Warehouse Project (DWP) 2019 yang akan dihelat selama tiga hari sejak 13 hingga 15 Desember 2019, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat mendapat sorotan sejumlah anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta. Pasalnya, event terbesar di Asia Tenggara itu tidak sama sekali mengeluarkan biaya untuk kepengurusan izin.Sementara pihak penyelenggara, Ismaya Group menargetkan jumlah pengunjung yang datang sekitar 30.000 orang. Hal itu terungkap saat dengar pendapat antara Komisi C DPRD DKI Jakarta dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta di Gedung DPRD Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat 6 Desember 2019.
"Pihak penyelenggara katanya sudah mengajukan izin kepada Dinas Pariwisata, kemudian Dinas PTSP memberikan izin tapi tidak sama sekali mengeluarkan biaya. Ini kan aneh. Bagaimana mungkin acara sebesar itu tidak ada pendapatan dalam pengurusan izin untuk Pemrov DKI Jakarta," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Jupiter.

Menurut dia, event sebesar itu seharusnya bisa memberi masukan ke pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi event ini ditargetkan meraup omzet puluhan miliar.

"Saya meminta kepada seluruh stakeholder melakukan pengawasan dan transparansi karena ini menyangkut pendapatan retribusi pajak," tegas politikus Partai Nasdem ini.

Jupiter lalu membandingkan bagaimana masyarakat kecil harus membayar izin keramaian untuk sebuah pesta pernikahan hingga ratusan ribu rupiah. Sementara DWP merupakan event terbesar di Asia Tenggara sangat ironis kalau tidak mengeluarkan biaya.

"Jangan hanya memberikan keuntungan yang besar kepada penyelenggara dan memudahkan perizinannya. Sementara rakyat kecil yang mau hajatan aja dipersulit dan harus bayar dilingkungannya. Ini sebuah event besar, apa benefit apa yang didapat Pemprov DKI," tanya Jupiter.

Merasa ada kejanggalan, Jupiter lalu mengusulkan pada saat rapat untuk menyidak pada saat acara berlangsung dengan menggandeng Badan Pajak dan Retribusi Daerah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kami ingin tahu jangan-jangan di sana ada dugaan korupsi atau gratifikasi sehingga izin event tersebut tidak mengeluarkan biaya sama sekali," tutupnya.
(poe)
Berita Terkait
3 Raperda Tentang Tata...
3 Raperda Tentang Tata Ruang Diupayakan Dibahas Simultan
Megawati Kritik Jakarta...
Megawati Kritik Jakarta Kota Amburadul, ini Respon M Taufik
Anggota DPRD Sebut Perubahan...
Anggota DPRD Sebut Perubahan Nama Bank DKI Terburu-Buru
DPRD DKI Minta Program...
DPRD DKI Minta Program Pengamanan Aset Jadi Prioritas di APBD 2023
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan...
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan Pembelian Tanah Rp700 Miliar
Fraksi PKS Minta Pemprov...
Fraksi PKS Minta Pemprov DKI Tidak Potong TKD Tenaga Pendidik dan Kesehatan
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved