2 Orangutan Sitaan dari Aceh Dikarantina di Sumut

Sabtu, 07 September 2019 - 06:01 WIB
2 Orangutan Sitaan dari...
2 Orangutan Sitaan dari Aceh Dikarantina di Sumut
A A A
MEDAN - Dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang disita dari dua lokasi terpisah di Provinsi Aceh dikirim dan dikarantina di Sumatera Utara (Sumut). Seekor di antaranya mengalami gangguan kesehatan pada persendian dan tulang.

Kedua Orangutan itu diberi nama Poni dan Pandi. Sejak Rabu (4/9/2019) keduanya masih dirawat di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, dalam Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP/The Sumatran Orangutan Conservation Programme).

Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, Yenni Saraswati mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi kedua Orangutan itu mengalami malnutrisi, dehidrasi, cacingan, dan berat badan kurang. Kondisi Pandi lebih buruk, karena menderita anemia dan masalah pada tulang persendiannya. Masalah ini membuatnya susah duduk.

"Kami akan melakukan tes kesehatan lanjutan, khususnya untuk orangutan Pandi, untuk mengetahui lebih rinci masalah kesehatannya dan juga perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi tubuhnya," jelas Yenni, Jumat (6/9/2019).

Orangutan Poni yang merupakan orangutan betina berusia sekitar lima tahun, tiba di Karantina pada 28 Agustus 2019. Dia sebelumnya diserahkan warga Gampong Kabu, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur kepada BKSDA Aceh dan tim penyelamat orangutan dari Orangutan Information Centre (OIC).

Sedangkan Pandi, Orangutan jantan berusia sekitar 30 tahun, tiba pada 29 Agustus 2019, setelah dievakuasi BKSDA Aceh bersama tim OIC dari hutan yang terfragmentasi oleh perkebunan kelapa sawit di Desa Sepang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam.

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi menuturkan Orangutan merupakan jenis satwa liar yang sangat terancam punah dan dilindungi. Pihaknya akan memonitor kondisi Poni dan Pandi selama menjalani rehabilitasi.

"SOCP akan memberikan laporan secara berkala kepada kami sebagai bahan evaluasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya," ujarnya.
(rhs)
Berita Terkait
Viral, Orangutan Berkeliaran...
Viral, Orangutan Berkeliaran Cari Makan di Bandara Haji Asan Sampit
Disita di Thailand,...
Disita di Thailand, 2 Orangutan Sumatera Dikembalikan ke Jambi
Bayi Orangutan Temuan...
Bayi Orangutan Temuan Dirawat Warga 4 Bulan, Kini Diserahkan ke BKSDA
Legenda Kebun Binatang...
Legenda Kebun Binatang Atlanta, Ozzie Gorila Jantan Tertua di Dunia Mati
Penajam Utara Digemparkan...
Penajam Utara Digemparkan Orangutan Jalan-jalan dengan Warga Keliling Kampung
Astuti, Orangutan Korban...
Astuti, Orangutan Korban Perdagangan Gelap Dipulangkan dari Manado ke Berau
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved