Kota Pekanbaru Bangun Rumah Produktif dengan Manfaatkan Pekarangan
Kamis, 05 September 2019 - 19:39 WIB
Kota Pekanbaru Bangun Rumah Produktif dengan Manfaatkan Pekarangan
A
A
A
PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru akan membangun perumahan produktif dengan memanfaatkan pekarangan rumah dengan kegiatan produktif. Program ini untuk menyukseskan program sejuta rumah yang digagas oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Rencananya ada 850 rumah subsidi bakal dibangun di Kota Pekanbaru. Lokasinya berada di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai. Pembangunan rumah ini dalam program Cadangan Pangan Terintegrasi (CANTIG). Proses pembangunan bakal berlangsung pada tahun 2019 ini. Lahan yang akan di bangun seluas 15 hektare.
Pemerintah kota bekerja sama dengan pengembang dalam membangun rumah subsidi. Pembangunan ini dalam rangka sukseskan program sejuta rumah dari pemerintah pusat.
Segmentasi program ini adalah ASN di jajaran pemerintah kota yang belum punya rumah. Nantinya dikhususkan bagi ASN yang berada di Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir.
Rumah ini diperuntukkan bagi ASN di kecamatan, kelurahan, petugas kesehatan, pendidik Nantinya bisa juga TNI/polri. Seperti bagi Babinsa dan Bhabinkantibmas. Serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah kota menerapkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai implementasi dari pilar smart city yaitu pemanfatan lahan produktif di pekarangan rumah dengan budi daya ikan lele. Serta penerapan KRPL caranya dengan bercocok tanam.
Ada simulasi yang dibuat dalam program ini. Satu pekarangan rumah nantinya punya tiga tong bioflok untuk ikan lele. Nantinya bioflok berada di rumah type 36 dengan lahan seluas 108 meter persegi. Pekarangan seluas ini bisa memuat tong bioflok yang terbuat dari besi dan plastik. Setiap tong punya diameter dua meter. Satu bioflok bisa berisi 2000 ekor bibit ikan lele dengan bibit ukuran 9 cm hingga 12 cm.
Penghasilan dari budi daya lele ini cukup besar. Satu bulannya empat tong ini bisa mendapatkan keuntungan berkisar Rp5 juta.
Sementara rumah subsidi dengan uang muka subsidi pemerintah ini cicilannya kurang dari satu juta rupiah. Uang mukanya bakal disubsidi oleh pemerintah
Sedangkan penghasilan dari budi daya lele setiap rumah itu bukan cuma menutupi biaya di rumah tangga. Ada tambahan penghasilan untuk ekonomi rumah tangganya.
Katakan dari Rp5 juta pendapatan bersih dari penjualan. Kemudian dijadikan untuk cicilan Rp1 juta. Sehingga ada keuntungan Rp4 juta. Ini usaha produktif bagi rumah tangga.Program ini juga pilot project di Kelurahan Agrowisata. Nantinya kawasan itu jadi bagian wisata agro. Setelah berjalan pada 2020 atau 2021 program ini masuk kawasan Tenayan dan kecamatan lainnya dengan komoditi berbeda lagi. (kominfo3/RD1)
Rencananya ada 850 rumah subsidi bakal dibangun di Kota Pekanbaru. Lokasinya berada di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai. Pembangunan rumah ini dalam program Cadangan Pangan Terintegrasi (CANTIG). Proses pembangunan bakal berlangsung pada tahun 2019 ini. Lahan yang akan di bangun seluas 15 hektare.
Pemerintah kota bekerja sama dengan pengembang dalam membangun rumah subsidi. Pembangunan ini dalam rangka sukseskan program sejuta rumah dari pemerintah pusat.
Segmentasi program ini adalah ASN di jajaran pemerintah kota yang belum punya rumah. Nantinya dikhususkan bagi ASN yang berada di Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir.
Rumah ini diperuntukkan bagi ASN di kecamatan, kelurahan, petugas kesehatan, pendidik Nantinya bisa juga TNI/polri. Seperti bagi Babinsa dan Bhabinkantibmas. Serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah kota menerapkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebagai implementasi dari pilar smart city yaitu pemanfatan lahan produktif di pekarangan rumah dengan budi daya ikan lele. Serta penerapan KRPL caranya dengan bercocok tanam.
Ada simulasi yang dibuat dalam program ini. Satu pekarangan rumah nantinya punya tiga tong bioflok untuk ikan lele. Nantinya bioflok berada di rumah type 36 dengan lahan seluas 108 meter persegi. Pekarangan seluas ini bisa memuat tong bioflok yang terbuat dari besi dan plastik. Setiap tong punya diameter dua meter. Satu bioflok bisa berisi 2000 ekor bibit ikan lele dengan bibit ukuran 9 cm hingga 12 cm.
Penghasilan dari budi daya lele ini cukup besar. Satu bulannya empat tong ini bisa mendapatkan keuntungan berkisar Rp5 juta.
Sementara rumah subsidi dengan uang muka subsidi pemerintah ini cicilannya kurang dari satu juta rupiah. Uang mukanya bakal disubsidi oleh pemerintah
Sedangkan penghasilan dari budi daya lele setiap rumah itu bukan cuma menutupi biaya di rumah tangga. Ada tambahan penghasilan untuk ekonomi rumah tangganya.
Katakan dari Rp5 juta pendapatan bersih dari penjualan. Kemudian dijadikan untuk cicilan Rp1 juta. Sehingga ada keuntungan Rp4 juta. Ini usaha produktif bagi rumah tangga.Program ini juga pilot project di Kelurahan Agrowisata. Nantinya kawasan itu jadi bagian wisata agro. Setelah berjalan pada 2020 atau 2021 program ini masuk kawasan Tenayan dan kecamatan lainnya dengan komoditi berbeda lagi. (kominfo3/RD1)
(alf)